TABANAN, GORIAU.COM - Delapan orang pelajar SMA digiring ke Polres Tabanan karena dilaporkan sejumlah warga sering membuat keributan pesta miras dan seks bebas secara bergantian dalam sebuah kamar kos.

Kedelapan ABG ini, tiga di antarannya wanita dan dalam keadaan teler dicokok polisi di sebuah rumah kontrakan di kawasan Banjar Dangin Carik, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, Selasa (10/2) di Tabanan, Bali.

Kasat Sabhara AKP Putu Suprama seizin Kapolres mengatakan, penggerebekan di acara pesta miras anak-anak remaja di tingkat SMA ini dilakukan berdasarkan laporan sejumlah warga yang resah dengan ulah anak-anak ini.

Dalam laporannya, sering terjadi pesta miras dan teriak-teriak. Bahkan suara musik yang sangat mengganggu keheningan lingkungan setempat. Tidak hanya itu, salah seorang warga juga sempat memergoki ulah para ABG ini melakukan seks bergilir dalam satu kamar.

"Saat kita gerebek, delapan ABG sudah usai pesta minuman keras. Kita temukan sejumlah botol bekas minuman," ungkap Suprama, Selasa (10/2).

Ke delapan ABG itu, di antaranya 3 perempuan dan 5 orang laki-laki. Masing-masing Ni Putu INS (17), Ni Kadek IM (15), Ni Putu DS (17), Pande GAA (18), Gede DFBP (16), Wayan Yul (20), Wayan AY (18), dan Kadek PM (20). Para ABG itu satu sekolah, di SMA swasta kawasan Kota Tabanan.

"Kami tidak lakukan penahanan, kami panggil keluarganya dan kami lakukan pembinaan. Mereka kita lepas setelah menandatangani kesepakatan untuk tidak mengulangi kembali," ungkap Suprama.***