JAKARTA - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf memenuhi undangan Israel menjadi pembicara dalam Acara AJC (American Jewish Comittee) Global Forum di Yerusalem, Israel, belum lama ini.

Dikutip dari sindonews.com, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Jazuli Juwaini menyesalkan sikap Yahya Cholil Staquf tersebut. Jazuli menilai Yahya tidak sensitif terhadap perjuangan rakyat Palestina yang totalitas didukung oleh pemerintah dan rakyat Indonesia sebagai amanat UUD 1945.

''Saya sungguh menyesalkan penerimaan undangan itu atas dalih apa pun. Apalagi dilakukan oleh pejabat sekelas Watimpres. Sungguh sikap pribadi yang tidak sensitif atas totalitas dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia atas perjuangan Palestina,'' kata Jazuli dalam siaran persnya kepada SINDOnews, Rabu (13/6/2018).

Jazuli mengatakan, Pemerintah Indonesia secara tegas tidak membuka sedikit pun ruang diplomasi untuk Israel. Indonesia menganggap Israel menjajah dan melakukan pembantaian terhadap rakyat Palestina selama puluhan tahun. Israel juga mengabaikan puluhan resolusi PBB.

''Lalu, bagaimana mungkin seorang yang melekat padanya jabatan sebagai penasihat Presiden dengan iktikad baik memenuhi undangan lembaga yang jelas didanai Israel untuk tujuan diplomasi negara penjajah ini?'' kata Anggota Komisi I DPR ini.

Jazuli semakin menyesalkan sikap Yahya karena dilakukan di tengah kecaman dunia atas pembantaian Israel yang menewaskan lebih dari 60 demonstran Palestina dan melukai 900 lainnya hanya dalam sehari menjelang pembukaan Kedubes Amerika di Yerussalem beberapa waktu lalu.

''Atas tindakan brutal Israel itu puluhan negara mengecam keras. Bahkan, tokoh pemimpin dan selebritis dunia turut melakulan aksi boikot terhadap semua event dan produk Israel. Ini seorang tokoh dan pejabat publik negara yang selama ini terdepan dalam menyuarakan solidaritas kemanusiaan atas Palestina justru menyambut undangan Israel,'' kata Jazuli.

Sudah cukup, lanjut Jazuli, insiden ini harus menjadi yang terakhir dan jangan terulang kembali segala tindakan yang memberi ruang bagi mulusnya diplomasi Israel untuk melanggengkan penjajahan Palestina.

''Jangan kita tertipu dengan niat busuk mereka untuk menjustivikasi sikap agresor mereka,'' katanya.***