TEHERAN - Korban tewas akibat terinfeksi virus corona di Iran terus bertambah, sudah mencapat 12 orang hingga Senin (24/2/2020).

''Jumlah kematian di Iran telah mencapai 12, sementara 47 lainnya telah terinfeksi virus ini,'' kata Menteri Kesehatan Iran Saeed Namki dalam rapat dengan parlemen yang membahas wabah virus corona, Senin (24/2), seperti dikutip dari Okezone.com.

''Penutupan sekolah dan universitas akan ditentukan berdasarkan kondisi yang ada di negara itu dan diumumkan melalui media resmi,'' lanjut dia.

Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa mereka tidak akan menyerahkan jenazah orang yang terinfeksi virus corona ke kerabat untuk dimakamkan.

''Otoritas medis dan Kementerian Kesehatan tidak akan mengizinkan pengiriman mayat orang yang meninggal karena virus kcrona ke keluarga mereka, dan bahwa Kementerian Kesehatan akan bertanggung jawab mengubur mereka,'' kata Dr Reda Kalbira, Kepala Pusat Administrasi Rumah Sakit dan Layanan di Kementerian.

Dia menambahkan, dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita IRNA, bahwa ''Kementerian Kesehatan akan menempatkan tubuh orang yang mati karena korona dalam peti mati yang tertutup rapat, dan tidak ada yang memiliki hak untuk membuka penutup.''

Ia juga menekankan bahwa orang yang meninggal karena corona dimakamkan di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan.***