PEKANBARU, GORIAU.COM - Hingga hari ini, Rabu (4/6/2014) kondisi kesehatan Nur Asni (36) masih menjalani perawatan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Dia diduga menjadi korban pengeroyokan Eva Yuliana, Wakil Ketua DPRD Kampar yang juga istri Bupati Kampar Jefry Noer pada Sabtu (31/5) lalu. Kejadian tersebut terjadi pada pukul 17.00 WIB di Sungai Bau Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampar Timur, Kabupaten Kampar Riau.

Saat diwawancarai wartawan, Nur Asni mengaku masih dalam kondisi lemah dan masih merasakan trauma yang mendalam. Dia terbaring diruang perawatan RSUD ruang VIP kamar 510. "Badan saya masih lemas, masih trauma juga," ujar Nur Asni didampingi suaminya Jamal.

Menurut Asni, kondisi fisiknya yang masih lemas tersebut karena dia mengalami luka lebam di kedua tangannya, bagian punggung, serta bagian kepalanya. "Sejak dikeroyok itu, bekas operasi saya dua tahun lalu di bagian punggung terasa sakit sekali," keluhnya sambil merintih kesakitan.

Rasa sakit di bagian punggung korban itu karena saat Bripka Very ajudan bupati Kampar Jefry Noer diduga membanting Jamal suaminya, sehingga menghimpit tubuh Nur Asni.

Terkait keinginan pihak Eva Yuliana dalam jumpa pers di kabupaten Kampar kemarin, yang menekankan agar Nur Asni meminta maaf dalam waktu selama 1X24 jam, korban dengan tegas mengatakan, bahwa dia tidak akan meminta maaf. Karena dirinya mengaku sebagai korban pengeroyokan yang dilakukan tiga orang sore itu.

"Itu hak dia untuk membela dirinya, tetapi saya sebagai rakyat, kan juga memiliki hak yang sama," ketus Nur Asni.

Sementara itu, selama beberapa hari mendapat perawatan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, korban juga mengaku sedikit kewalahan, karena harus meminta pertolongan pihak keluarga membayar biaya pengobatannya disana.

"Sejak menjalani perawatan disini, saya sangat susah tidur. Dan agar tertidur saya harus meminum obat tidur," tutur Nur Asni.

Informasi yang dirangkum merdeka.com, Eva Yuliana merupakan Ketua DPC Demokrat Kampar, dan calon legislatif (Caleg) terpilih untuk DPRD Provinsi Riau dari partai Demokrat. Sedangkan anaknya Rahmat Juniardo caleg terpilih DPRD Kampar dari partai Demokrat.

Jefry Noer beserta istri dan anaknya diduga masih tersangkut kasus hukum, dalam dugaan korupsi BPR Sarimadu yang masih dalam proses persidangan dengan terdakwa Syafri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru.

Dalam sidang pun, beberapa saksi sempat menyebut bahwa Jefry Noer meminta ikut kepada Syafri untuk pergi perjalanan dinas ke negara-negara Eropa, Inggris, Prancis dan Belanda. Namun Jefry masih berstatus saksi dalam kasus yang yang ditangani Kejati Riau yang merugikan negara hingga Rp 207 juta itu. ***