WAMENA - Anggota Kopassus, Badan Intelijen Negara (BIN) dan personel Kodim 1702/Jayawijaya dilibatkan memburu pelaku pembunuhan Claarce Rinssampesy, pendeta perempuan, di Wamena, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (28/12) sekitar pukul 20.00 WIT.

Dikutip dari republika.co.id, Kepala Kepolisian Resor Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba mengatakan, polisi sudah mengetahui identitas salah satu pelaku.

''Kami sudah mengantongi identitas salah satu tersangka pembunuhan Ibu Pendeta Claarce Rinssampesy dan sementara dalam pencarian,'' kata Pieter Reba, di Wamena, Senin (31/12).

Polisi akan menembak lumpuh jika saat melakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan.

Polisi juga akan memberlakukan tindakan tegas bagi pelaku agar ke depan tidak ada lagi kejadian pembunuhan serupa. ''Jika pelaku melakukan perlawanan, polisi akan tembak di tempat,'' katanya.

Tersangka pembunuhan pendeta ini dipastikan masih berada di dalam wilayah hukum Polres Jayawijaya. Kalaupun pelaku melarikan diri ke kabupaten pemekaran, aparat akan terus memburu. ''Kami sudah kantongi identitasnya sehingga dalam waktu dekat kami sudah bisa menangkapnya,'' kata Yan Pieter.

Kapolres menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf kepada keluarga korban atas kejadian tersebut.***