LAMPUNG - Warga Pekon Sumberagung, Ambarawa Pringsewu, Lampung, dihebohkan dengan kabar adanya remaja putri yang melahirkan bayinya tengah malam di pinggir jalan.

  Dikutip dari pojoksatu, warga langsung menyelamatkan gadis berusia 18 tahun itu bersama bayinya yang baru lahir, dengan membawanya ke Puskesmas Ambarawa.

Gadis berinisial RI itu melahirkan di pinggir jalan pada Sabtu (6/4) tengah malam. Dia melahikan dibantu seorang rekannya.

Kedua remaja itu ditemui warga sedang beristirahat. Sedangkan bayi yang dibungkusnya dengan jilbab, menangis.

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut memiliki berat 2,8 gram dan panjang 45 centimeter.

Kepala UPT Puskesmas Ambarawa, Agung Wicaksono mengatakan, bayi RI dalam kondisi sehat. Bayi RI dibawa ke Puskesmas setelah bidan desa Puskesmas Ambarawa mendapat telepon dari warga Sumber Agung.

Bidan desa pun langsung bertindak cepat menyelamatkan bayi dan ibunya.

''Bayi dan ibunya diantarkan ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan medis. Sekarang bayi masih kami observasi 1×24 jam,'' kata Agung, sebagaimana dilansir Radar Lampung.

Peristiwa tersebut bermula saat RI merasa mulas pada Sabtu (6/4) malam. RI meminta seorang temannya menjemput ke rumahnya di Kecamatan Pardasuka.

Keduanya lalu berkendara menggunakan sepeda motor menuju Kecamatan Pringsewu. Karena merasa bingung dengan kondisi RI yang akan melahirkan, keduanya hanya berputar-putar.

Hingga akhirnya, RI merasa tidak tahan untuk segera melahirkan. Keduanya pun berhenti di pinggir jalan hingga RI melahirkan hanya dibantu temannya tersebut.

Karena tak tahu hal yang harus diperbuat saat melahirkan, kedua remaja tersebut merasa bingung setelah bayi lahir.

Bahkan, RI memotong sendiri tali pusar anaknya menggunakan gunting kuku yang dibawa temannya.

''Saya potong sendiri (ari-ari bayinya) pakai gunting kuku, dari teman saya itu,'' kata RI.

Setelah melahirkan, keduanya sempat kembali berkendara. Sementara, ari-ari bayi ditinggalkan di lokasi bayinya lahir.

''Teman saya saya suruh bawa (ari-ari bayi) tapi tidak mau, katanya jijik,” tuturnya.

Mereka memutuskan untuk menuju rumah teman RI lainnya di Kecamatan Pagelaran.

Di tengah jalan, mereka beristirahat sejenak hingga diketahui warga pada Minggu (7/4) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB.

Menurut cerita RI, keluarganya tidak mengetahui akan kehamilannya. RI sudah putus sekolah.

RI hanya tinggal dengan ayahnya selama setahun terakhir, setelah ibunya meninggal pada 2018. Ayahnya bekerja sebagai sopir.

RI yang sering tinggal di rumah sendirianI kemudian berkenalan dengan seorang pria melalui Facebook.

RI mengaku baru dua kali bertemu pria tersebut. Saat bertemu, mereka melakukan hubungan badan.

Setelah hamil, ia memberitahu pria kenalannya tersebut. Namun teman prianya itu malah memutuskan hubungan pertemanan di Facebook maupun whatsapp. ***