JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengungkapkan setelah dirinya diganti sebagai Paglima TNI, semua perwira tinggi terbaik dicopot dari jabatannya.

''Yang paling penting dari TNI adalah moralitas dan semangat juangnya. Begitu saya turun, semua yang terbaik dicabut,'' kata Gatot saat menjadi pembicara dalam pidato kebangsaan Prabowo Subianto di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat (12/4).

Ia kemudian menyebut beberapa nama perwira tinggi yang kini tak memiliki jabatan di TNI. ''Pak Ilyas Alamsyah (eks Kabais TNI) dialah yang selesaikan Poso, tapi dicopot, sampai sekarang tanpa jabatan. Termasuk direktur A yang bongkar senjata, sekarang dicopot tanpa jabatan. Panglima Divisi 1 dan 2 (Kostrad) dicopot. Danjen Kopassus dicopot, tanpa jabatan,'' ungkap Gatot.

Selanjutnya, ia menegaskan soal niat murni prajurit TNI dalam menjalankan tugasnya. Tak ada niatan untuk mencari gelar pahlawan.

''Dan saya tidak salah sebutkan orang-orang yang bersalah menempati jabatan strategis. Apa tolak ukur keberhasilan? Padahal prajurit bukan itu yang dicarinya, karena setiap prajurit, termasuk purnawirawan, bukan cari harta dan jabatan,'' ungkapnya.

“Tapi setiap prajurit TNI yang dicari adalah kapan dan gimana supaya saya bisa jadi pahlawan,'' sambung dia.

Gatot juga mengungkapkan soal bagaimana sebuah bangsa bisa kuat apabila rakyat dan TNI bersatu. Ia mencontohkan ketika Bung Tomo bersama rakyat Surabaya bersatu melawan tentara Sekutu.

''Sudah terbukti di kota ini saat TNI masih bayi, tiba-tiba Sekutu menyerang dan mendarat di sini. Karena TNI dan rakyat bersatu, maka senjata modern kalah dengan bambu runcing di tempat ini,'' jelas Gatot.

Selain dua hal ini, Gatot juga menyinggung soal anggaran di TNI. Menurutnya, hal ini sangat vital demi pertahanan dan ketahanan nasional.***