PADANG - Ketua Pengurus Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) Yulius Said melaporkan aparatur sipil negara (ASN/PNS) Pemprov Sumbar berinisial YRN ke Polresta Padang.

Dikutip dari republika.co.id, YRN dilaporkan ke Polrseta karena diduga menggelapkan infak dan sedekah jamaah Masjid Raya Sumbar mencapai Rp862 juta.

Yulius Said mengatakan dirinya melaporkan ke Polresta Padang pekan lalu. Saat mengajukan laporan pertama, Yulius diminta Polresta melengkapi kekurangan berkas pelaporan.

Bila sudah menerima kelengkapan berkas yang dibantu oleh pihak Biro Bintal dan Kesra, Yulius akan segera mengajukan laporan ulang kepada Polresta Padang terkait perbuatan YRN.

''Pekan lalu saya sudah pergi ke Polresta dan membawa data-data yang sudah. Karena Polres bilang belum lengkap lalu saya sampaikan ke Biro Bintal, setelah dilengkapi Biro Bintal nanti saya akan laporkan lagi,'' ucap Yulius di Kantor Masjid Raya Sumbar.

Yulius menceritakan awalnya ia kaget karena mendapat pemberitahuan dari Syaifullah kalau saldo di rekening milik Masjid Raya Sumbar hanya tersisa Rp 5 juta. Padahal jumlah kas masjid yang dilaporkan Yulius kepada jamaah di hari Jumat di awal Februari masih di angka Rp862 juta.

''Sepertinya uang infak dan sedekah jamaah ini tak pernah disetorkan (YRN) ke bank,'' ujar Yulius.

Yulius menyebut sejak Masjid Raya Sumbar mulai aktif, pengelolaan keuangan masjid memang berada di Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Biro Bintal dan Kesra. Pengurus masjid hanya tahu bersih mengenai kebutuhan belanja masjid dan uang operasional lainnya.

Selama ini menurut Yulius pihaknya tidak menaruh kecurigaan kepada YRN karena setiap kali pengurus mengajukan pencairan dana buat kebutuhan operaisonal masjid selalu lancar.

Sejak ketahuan adanya penyelewengan yang dilakukan YRN, kini pengelolaan keuangan Masjid Raya Sumbar diambil alih oleh pengurus masjid.

''Biasanya uang infak dan sedekah jamaah ini memang langsung dibawa ke Biro Bintal dan Kesra. Yang menghitung mereka. Di kami memang tidak sama sekali bersentuhan selain memungut dari jamaah,'' tambah Yulius.***