BERLIN - Majalah Der Spiegel yang terbit di Jerman memecat wartawannya, Claas Relotius, karena artikel yang ditulisnya hanya karangan atau berisi kebohongan.

''Kebenaran dan kebohongan kacau dalam teksnya,'' kata Der Spiegel di situs webnya, Kamis (20/12), seperti dikutip dari republika.co.id.

Menurut Spiegel, beberapa dari sekitar 60 cerita yang ditulis Relotius sejak 2011 akurat. Tetapi tulisan lainnya dinilai penuh muatan manipulatif.

''Benar-benar diciptakan atau dihiasi dengan kutipan yang dimanipulasi atau fantasi fakta lainnya,'' kata dia.

Ads
Di antara kisah-kisah palsu itu adalah artikel tentang narapidana Guantanamo yang ditahan secara salah, tentang anak-anak yang diculik oleh Negara Islam, dan tentang seorang wanita yang menghadiri eksekusi hukuman mati sebagai saksi di Amerika Serikat.

Spiegel mengatakan pihaknya segera menghentikan kontrak kerjanya. Relotius, yang berusia 33 tahun dan mulai menulis untuk Der Spiegel pada tahun 2011, tidak dapat dimintai komentar. Namun hingga akhirnya, Relotius mengakui bahwa dia telah mengarang isi sejumlah artikel yang telah ditulisnya.

Relotius baru-baru ini memenangkan penghargaan pada awal Desember, untuk cerita tentang seorang anak di Suriah yang dilanda perang. Asosiasi wartawan Jerman, yang memberikan penghargaan itu mengaku sangat terkejut dan marah tentang berita itu.***