YOGYAKARTA - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah menyerahkan laporannya ke Kapolri Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dikutip dari merdeka.com, Kapolri tengah mempelajari laporan tim tersebut, termasuk tentang dugaan keterlibatan tiga jenderal polisi aktif dalam penyerangan, seperti yang disampaikan Novel.

TGPF menyebut tiga jenderal polisi sudah diperiksa saat proses investigasi. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengaku tidak mengetahui detail laporan yang diserahkan ke Tito.

''Kemarin itu tim pakar menyerahkan hasilnya kepada Pak Kapolri, Pak Kapolri sedang mempelajari. Nanti detailnya sampai minggu depan akan disampaikan oleh tim pakar beserta kami,'' kata Iqbal di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Sebelumnya anggota TGPF, Hermawan Sulistyo menyatakan penyidik telah memeriksa tiga jenderal polisi aktif dalam penyelidikan kasus Novel Baswedan. Pemeriksaan jenderal polisi aktif tersebut berdasarkan penyelidikan oleh tim yang terdahulu.

''Pada kasus ini ada juga beberapa jenderal bintang tiga yang kita periksa itu. Jangan salah, semua yang dituduh kita periksa lagi. Semua yang diperiksa oleh penyidikan lalu, kita periksa lagi. Semua jenderal aktif,'' kata Hermawan di Mabes Polri.

Sementara itu, Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut tim gabungan yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian percuma jika hanya melakukan investigasi tanpa mengungkap pelaku maupun dalang penyerangan air keras terhadap dirinya.

''Kalau hanya dilakukan investigasi yang sifatnya sekadarnya saja, saya kira percuma. Kami ingin komitmen yang jelas, kalau pun ada tim gabungan, ya tim gabungan yang mandatnya kuat. Kalau tim gabungan dari Pak Kapolri saya tidak yakin itu mandatnya kuat,'' ujar Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Novel Baswedan mengaku sempat bertemu dengan tim gabungan tersebut saat mendatangi Gedung KPK beberapa waktu lalu. Novel menyebut tim gabungan sempat mempertanyakan apakah dirinya akan memberikan keterangan seputar teror yang dialaminya pada 11 April 2017 dini hari dan teror-teror lainnya yang diterima petugas KPK.

''Kalau komitmen tim gabungan ini mau mengungkap serangan kepada KPK dan yang lainnya, maka saya pikir itu serius, dan tentunya saya akan memberikan keterangan kepada orang atau tim yang serius untuk mengungkap,'' kata Novel.

Tim gabungan yang digagas Kapolri ini dibentuk sejak 8 Januari 2019. Tim gabungan ini berjumlah 65 anggota yang terdiri dari sejumlah unsur seperti Polri, KPK, berbagai ahli, dan tokoh masyarakat.

Sejumlah ahli yang dilibatkan dalam tim tersebut, di antaranya peneliti LIPI Hermawan Sulistyo, Ketua Umum Ikatan Sarjana Hukum Indonesia Amzulian Rivai, Ketua Setara Institute Hendardi, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017 Nur Kholis. ***