JAKARTA - Kader Partai Bulan Bintang (PBB) Ali Wardi diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sekitar 30 orang. Pengeroyokan itu terjadi saat rapat pleno di Kantor DPP PBB di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (20/1) malam.

Dikutip dari merdeka.com, kasus pengeroyokan itu akan dilaporkan Ali Wardi ke Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (21/1). Ali Wardi akan datang ke Polres Metro Jakarta Selatan didampingi para Advokat PAS Lantang.

''Iya benar, kami akan membuat laporan ke Polres Jakarta Selatan,'' ujar Tim Kuasa Hukum, Novel Bamukmin di Jakarta, Senin (21/1).

Novel mengatakan, Ali Wardi dikeroyok sekitar 30 orang yang diduga sebagai pendukung Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra (YIM).

''Terkait Ali Wardi seorang kader PBB Ijtima Ulama dikeroyok hampir 30 orang diduga orangnya YIM. Oknum orang-orangnya YIM itu mengeroyok saat ada rapat pleno di DPP PBB,'' katanya.

Novel menjelaskan, pengeroyokan tersebut terjadi pada saat rapat pleno berlangsung. Rapat itu dihadiri para petinggi PBB, termasuk sang Ketua Umum, Yusril Izha Mahendra.

''Saya berharap agar polisi bisa mengusut tuntas satu demi satu dan aktor intelektual dalam pengeroyokan ini karena terjadi justru lagi terselenggaranya rapat pleno yang dihadiri oleh YIM dan petinggi PBB lainya,'' kata Novel.

Novel pun menduga ada upaya pemaksaan kepada kader PBB untuk mendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin. Pemaksaan itu dilakukan oknum pendukung Yusril yang kini telah menjadi pendukung Jokowi-Ma'ruf.

''Saya prihatin dengan aksi premanisme ini yang dilakukan oleh oknum loyalis YIM, yang berpolitik sudah tidak sehat. Dikarenakan YIM telah tersesat jalan sehingga diduga ada upaya upaya kotor dilakukan ingin memaksa kadernya dukung 01,'' pungkasnya. ***