JAKARTA - Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines jatuh dekat Kota Bishoftu, 62 kilometer tenggara ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, Ahad (10/3). Sebanyak 157 penumpang dan awak kabin dalam pesawat tersebut dilaporkan tewas.

Dikutip dari republika.co.id, pengamat penerbangan Alvin Lie melihat jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines mirip dengan kecelakaan pada pesawat Lion Air yang jatuh pada 28 Oktober lalu. Pesawatnya tersebut terlihat menukik tajam sama dengan peristiwa pada jatuhnya Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang.

''Pola pendakian pesawat juga tidak normal. Indikasi awal gejalanya mirip PK-LQP. Lihat grafik Speed dan Altitude-nya,'' ujar anggota Ombudsman bidang transportasi kepada republika.co.id, Ahad (10/3) malam.

Alvin mengakui, hingga saat ini belum diketahui penyebab kecelakaan pada B737 Max 8 Ethiopian Air yang jatuh Ahad (10/3). Hanya saja, pesawat tersebut jatuh pada menit ke enam pada ketinggian 8.000 kaki. Hal tersebut yang membuat kecelakaan itu mirip dengan jatuhnya B737 Max 8 Lion Air.

Pesawat Ethiopian Air dan Lion Air yang mengalami kecelakaan tersebut memang berjenis sama, Boeing 737 Max 8. Kemudian, dalam kabar yang telah beredar, pola laporan sebelum jatuhnya pesawat hampir sama dengan ketika Lion Air akan jatuh tahun lalu.

''Menurut keterangan CEO Ethiopean Airlines, pilot sempat melaporkan kepada ATC ada masalah pada sistem kendali. ATC mengijinkan pesawat tersebut untuk kembali ke bandara. Sangat mirip yang terjadi pada PK-LQP,'' ujar Alvin.

Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET 302 jatuh ketika menuju Nairobi, ibu kota Kenya. Pesawat yang membawa 149 penumpang dan 8 kru itu jatuh dekat kota Bishoftu, 62 kilometer tenggara ibu kota Ethiopia, Addis Ababa.***