JAKARTA, GORIAU.COM - Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz menilai 45 orang anggota DPR dari 6 fraksi justru yang ikut menandatangi revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengkhianati harapan dan kepercayaan rakyat, karena membuat para koruptor bernapas lega.


"Satu tahun duduk di parlemen, komitmen 45 anggota DPR tersebut terhadap pemberantasan korupsi ternyata surut," kata Masykurudin melalui pesan singkatnya, Jumat, 9 Oktober 2015.


Menurutnya, harapan rakyat akan adanya perbaikan pemerintahan yang lebih bersih bebas korupsi ternyata justru mundur ke belakang dengan adanya gerakan pelemahan KPK tersebut.


Selain itu, kata Masykur, usulan revisi Undang-undang KPK tersebut bisa menjadi sebuah pengingkaran terhadap komitmen pemberantasan korupsi, yang jelas akan mempengaruhi aspek lainnya.


"Misalnya dari 45 anggota DPR ini menjadi representasi. Sedangkan terdapat 47 kabupaten/kota dari daerah pemilihan mereka masing-masing sedang melaksanakan Pilkada serentak. Maka jelas itu bisa mempengaruhi elektabilitas partainya," ujar Masykurudin.


Masykur menegaskan, bahwa pengingkaran tersebut akan berpengaruh langsung terhadap elektabilitas partai politik di daerah pemilihan para wakil rakyat itu di Pilkada.


‎"Kerugian besar bagi partai politik yang tidak dapat mengendalikan sikap anggotanya, lebih-lebih karena mengkhianati pemilihnya," katanya.


Ini 45 Inisiator Revisi UU KPK


Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengusulkan revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Beberapa pasal dalam draf revisi ini justru membatasi kinerja KPK seperti, masa kerja 12 tahun, hingga pengusutan kasus korupsi yang merugikan negara minimal Rp50 miliar. Dari 10 fraksi yang ada di DPR, hanya enam fraksi yang ikut menjadi inisiator revisi Undang-undang ini.


Para inisiator dari keenam fraksi ini berjumlah 45 orang. Berikut nama-nama inisiator revisi Undang-Undang KPK:


Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
1. Masinton Pasaribu
2. Ichsan Soelistio
3. Marinus Gea
4. Arteris Dahlan
5. Abidin Fikri
6. N. Falah Amru
7. Junimart Girsang
8. M. Rakyan Ihsan Yunus
9. Adisatrya Sulisto
10. Darmadi Durinto
11. Risa Mariska
12. Irine Yusiana Roba Putri
13. Cahrles Honoris
14. Imam Suroso
15. Dony Maryadi Oekon


Fraksi Partai Golongan Karya
1. Tantowi Yahya
2. Adies Kadir
3. Dodi Reza Alex Noerdin
4. Bambang Wiyogo
5. Daniel Mutaqin
6. Kahar Miuzakir
7. Dito Ganinduto
8. Hamka B Kady
9. M. Misbakhun


Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa
1. H. Irmawan
2. Rohani Vanath


Fraksi Partai Persatuan Pembangunan
1. Aditya Mufti Ariffin
2. MZ Amirul Tamim
3. Elviana
4. M. Arwani Thomafi
5. Dony A.M


Fraksi Nasional Demokrat
1. Taufiqulhadi
2. Amelia Anggraini
3. Choairul Muna
4. Ali Mahir
5. Donny I Priambodo
6. Hasan Aminudin
7. Tri Murny
8. Yayuk Sri Rohayuningsih
9. Achmad Amins
10. Hamdhani
11. Sulaiman Hanizal


Fraksi Hati Nurani Rakyat
1. Djhoni Rolindrawan
2. Fauzih H. Amro
3. Inas Nasrullah Zobir.***