BANDA ACEH - Seorang gadis remaja berinisial SRM (15) di Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, menjadi korban pencabulan ayah kandungnya, MJ (43).

Dikutip dari okezone.com, aksi bejat terhadap putrinya dilakukan MJ sejak pertengahan 2017 lalu, sejak istrinya dipenjara karena terjerat kasus narkoba.

SRM menjadi korban kebiadaban ayahnya sejak duduk di Kelas I SMP. Namun baru berani melaporkannya ke kepala komplek perumahan tempat tinggalnya setelah kelas III SMP, pada Februari 2020.

Kepala komplek perumahan selanjutnya melaporkan tindakan bejat pria yang bekerja sebagai penjual minuman itu ke polisi. Atas laporan tersebut, polisi menciduk MJ pada 10 Februari.

Kapolsek Baiturrahman AKP Agus Salim mengatakan, tersangka mengancam korban agar tidak menceritakan perbuatan bejatnya ke orang lain. Biasanya, pelaku memaksa anaknya melakukan hubungan badan setiap dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB.

''Tersangka melakukan perbuatan bejatnya di rumah sendiri pada saat anak-anaknya tidur, sekitar jam satu atau dua malam. Kasus ini terungkap karena korban sudah merasa tak tahan lagi, sehingga melapor ke kepala komplek perumahan,'' kata Agus, saat konferensi pers di Poresta Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (8/3/2018).

Menurut pengakuan korban, kata Agus, tersangka melakukan perbuatan itu hingga tiga kali dalam sehari. Korban merasa ketakutan, sehingga tidak berani melaporkan perlakuan sang ayah kepada kakaknya.

''Korban memiliki tiga orang kakak, tetapi ia tidak berani melaporkan itu karena diancam oleh sang ayah,'' ujar Agus.

''Karena hal ini tidak mungkin kita lamakan karena si anak sudah merasa trauma. Makanya kita lakukan penangkapan segera hari itu. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15-20 tahun penjara,'' pungkas Agus.***