CIANJUR - Aparat Polsek Naringgul, Cianjur, menangkap SF, pria berusia 57 tahun karena melakukan penculikan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

''Korban disetubuhi pelaku selama empat tahun dibawa kabur. Dengan iming-iming akan dinikahi jika terjadi sesuatu atau hamil. Tapi tidak pernah ada pernikahan, bahkan hingga korban mengandung sembilan bulan,'' kata Kanit Reskrim Polsek Naringgul Ipda Agus Pramono, Senin (27/1/2020), seperti dikutip dari detik.com.

Menurutnya, selama empat tahun dibawa kabur, korban berinisial SA, disetubuhi pelaku di sebuah gubuk di lahan garapan di perkebunan Perhutani di daerah Bandung. Saat dibawa kabur korban berusia 11 tahun, kini usianya 15 tahun.

''Selama itu, korban hilang kontak dengan keluarganya. Sehingga sulit untuk mendapatkan informasi keberadaan dan kondisi korban,'' tutur dia.

Kapolsek Naringgul Iptu Sumardi menambahkan, belum ada indikasi korban dipekerjakan untuk aktivitas seks komersial oleh pelaku.

Dari keterangan pelaku, selama dibawa kabur korban disetubuhi sendiri oleh pelaku di lokasi pelariannya.

''Keterangan dari pelaku belum mengarah korban dipekerjakan untuk prostitusi, baru sebatas disetubuhi pelaku hingga sekarang hamil,'' ujar Sumardi.

Namun Sumardi mengaku akan terus mendalami kasus tersebut, dan meminta keterangan lebih lanjut dari pelaku dan korban.

Berpindah-pindah

Kapolsek Naringgul Iptu Sumardi mengatakan, sejak mendapatkan laporan dari keluarga korban anaknya dibawa kabur pelaku pada 2016 lalu, pihak kepolisian terus berusaha mencari informasi keberadaan korban dan pelaku.

Meski sempat didapatkan informasi pelaku dan korban ada di darah Bandung. Namun polisi belum berhasil melacak lokasi pasti keberadaan pelaku.

''Korban pernah menghubungi keluarga, menyebutkan ada di Bandung tapi tidak jelas di mananya. Kami sempat melakukan pencarian, tapi belum berhasil mendapatkan lokasi pastinya,'' Iptu Sumardi, Ahad (26/1/2020).

Menurutnya, pelaku berhasil diamankan di rumahnya di Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, setelah warga melaporkan adanya pasangan yang tinggal serumah dengan perempuannya yang tengah hamil namun belum jelas status pernikahannya.

Setelah pelaku dimintai keterangan, baru diketahui bahwa pelaku membawa korban tinggal di sebuah gubuk di lahan garapan pelaku di perkebunan Perhutani di Bandung.

''Sekarang pelaku sudah diamankan di Mapolsek Naringgul, masih dimintai keterangan lebih lanjut. Rencananya akan segera dilimpahkan ke Polres Cianjur,'' ucap dia.

Sumardi menambahkan, pelaku akan dikenakan pasal berlapis yaitu pasal 332 ayat (1)dan (2) KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun serta undang-undang perlindungan anak.

''Kami akan terapkan pasal berlapis, terutama Undang-undang perlindungan anak karena korban masih di bawah umur,'' kata dia.***