JAYAPURA - Helikopter Mi-17 yang hilang di sekitar Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, 28 Juni 2019 lalu, ditemukan pada Senin (10/2/2020).

Dikutip dari merdeka.com, Waka Pendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, 60 prajurit TNI-AD sudah disiagakan untuk mengevakuasi korban helikopter Mi-17 tersebut.

Puluhan personel TNI yang disiagakan itu sudah berada di Oksibil dengan didukung tiga helikopter milik TNI-AD.

Dax yang mengaku tengah berada di Oksibil mengatakan, belum dapat dipastikan kapan evakuasi dilaksanakan mengingat lokasinya yang sulit, berada di tebing dengan kemiringan hampir 90 derajat.

''Hari ini, Selasa (11/2) tim masih meninjau dari udara untuk melihat lokasi untuk mendroping personel yang akan melakukan evakuasi,'' kata Dax seperti dikutip Antara, Selasa (11/2).

Dia berharap cuaca cukup bersahabat mengingat lokasinya berada di ketinggian sekitar 11.000 feet.

Helikopter buatan Mil Helicopter, Rusia, itu diketahui tergabung pada Pusat Penerbangan TNI AD dan menerbangkan 12 anggota TNI, termasuk lima anggota Batalion Infanteri 725/WRG.

Personel pengawak Mil MI 17 itu adalah Kapten CPN Bambang sebagai flight engineer, Kapten CPN Aris sebagai pilot, Sersan Kepala Suriatna (T/I), Letnan Satu CPN Ahwar (kopilot), Prajurit Satu Asharul (mekanik), Prajurit Kepala Dwi Pur (mekanik), dan Sersan Dua Dita Ilham (bintara avionika).

Kemudian anggota Batalion Infanteri 725/WRG yang turut dalam penerbangan itu adalah Sersan Dua Ikrar Setya Nainggolan (komandan regu), dengan anggota Prajurit Satu Yaniarius Loe (tamtama bantuan senapan otomatis), Prajurit Satu Risno (tamtama penembak senapan 1/GLM), Prajurit Dua Sujono Kaimudin (tamtama penembak senapan 2), dan Prajurit Dua Tegar Hadi Sentana (tamtama penembak senapan 4). Helikopter MI 17 dilaporkan hilang dalam penerbangan Oksibil-Sentani sejak 28 Juni 2019.

Telah Lihat Puing Heli

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, mengaku telah melihat puing helikopter Mil Mi-17 Hip yang berada di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

''Memang benar dalam penerbangan Senin pagi sekitar pukul 09.00 wit dengan menggunakan helikopter AS-350 B2 milik Demonim Air sudah melihat dari udara bersama Bupati Pegunungan Bintang, Constan Oktemka, dan Komandan Korem 172/PWY, Kolonel Infantri Binsar Sianipar. Puing-puing itu terlihat dari ketinggian 12.500 feet,'' kata Asaribab, Senin (10/2).

Ia katakan, puing helikopter Mil Mi-17 Hip yang tergabung dalam Pusat Penerbangan TNI AD dengan nomor registrasi HA 5138 sempat terlihat di tebing dengan sudut hampir 90 derajat. Saat ini sedang dilakukan berbagai persiapan untuk memindahkan korban dan berharap dukungan dari seluruh masyarakat mengingat lokasi itu masih dianggap sakral.

Kami berharap dukungan semua pihak agar misi kemanusiaan dapat dilakukan sehingga evakuasi jasad anggota TNI AD yang gugur dalam insiden tersebut dapat dievakuasi, kata Asaribab, yang hingga kini masih berada di Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang.

Helikopter angkut sedang multiguna Mil Mi-17 nomor registrasi HA 5138 dinyatakan hilang sejak 28 Juni 2019. Heli dinyatakan hilang kontang dalam penerbangan dari Oksibil menuju Jayapura sesaat setelah melaksanakan pengiriman logistik bagi pos-pos TNI di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Helikopter buatan Mil Helicopter (anak perusahan BUMN Rusia, Rostec), mengangkut tujuh pengawak anggota Pusat Penerbangan TNI AD dan lima prajurit anggota Batalion Infantri 725/WRG. Pegunungan Mandala dikenal masyarakat dengan nama Gunung Kowr, Bolom-bolom, dan masuk dalam Distrik Oksob.***