JAKARTA - Mayoritas kalangan minoritas (non Muslim) mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Demikian hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Hasil survei menyebutkan, populasi pemilih minoritas jumlahnya kurang dari 15 persen. Namun, dalam pertarungan yang ketat, populasi 15 persen ini sangat penting dan menentukan.

Dikutip dari republika.co.id, peneliti LSI Denny JA Adjie Al Faraby hasil survei menyebutkan, dukungan pemiiih minoritas terhadap Jokowi-Ma'ruf mencapai 86,5 persen. ''Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi sebesar 4,7 persen,'' kata Adjie Al Faraby di Jakarta, Kamis (7/2).

Hanya tersisa 8,8 persen pemilih minoritas yang belum menentukan pilihan. 

Adjie mengungkapkan, sejak September 2018 dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf di kalangan minoritas melonjak. ''Selain karena kemampuan Jokowi-Ma'ruf meyakinkan pemilih minoritas, dukungan PA 212 kepada pasangan Prabowo-Sandi menjadi trade off bagi pemilih minoritas untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf,'' ujarnya.

Selain unggul di kalangan pemilih non Muslim, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin juga unggul di kantong suara pemilih Muslim dengan angka 49,5 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 35,4 persen.

Meskipun unggul di bawah 15 persen, namun elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sedikit mengalami penurunan dalam kurun waktu lima bulan terakhir. Pada Agustus 2018 lalu LSI mencatat bahwa dukungan pemilih Muslim untuk Jokowi berada di angka 52,7 persen.

Sementara itu tren dukungan atas Prabowo-Sandiaga di kalangan pemilih Muslim justru mengalami kenaikan selama lima bulan terakhir. Agustus 2018 lalu dukungan hanya di angka 27,9 persen, kemudian merangkak naik ke angka 32,1 sebulan setelahnya.

Pada Oktober, dukungan sempat mengalami penurunan di angka 31,7 persen, namun pada November melonjak hingga 35,2 persen. Dukungan kembali mengalami penurunan di bulan Desember di angka 33,5 persen sebelum akhirnya kembali naik di angka 35,4 persen.

Untuk diketahui survei dilakukan pada tanggal 18-25 Januari 2019. Survei tersebut melibatkan 1200 responden di 34 provinsi. Metode yang digunakan yaitu multistage random sampling dengan margin of error 2,8 persen.***