PADANG - Hasil kajian pakar dari Universitas Andalas (Unand) Padang, radius 500 meter dari pantai di kawasan Air Tawar dan Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berpotensi likuefaksi (tanah bergerak).

''Berdasarkan hasil kajian pakar dari Universitas Andalas kawasan di Air Tawar hingga Lubuk Buaya terdapat potensi likuefaksi,'' kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Edi Hasymi, di Padang, Ahad (29/9), seperti dikutip dari republika.co.id.

Edi mengatakan, terkait dengan potensi itu, penting untuk dilakukan antisipasi, meski berdasarkan kajian kondisinya tidak separah di Palu.

''Jadi ini bukan untuk menakut-nakuti tetapi melakukan antisipasi sehingga masyarakat lebih siap jika ada bencana gempa untuk meminimalkan korban,'' ujarnya.

Ia memaparkan, daerah di Air Tawar hingga Lubuk Buaya dahulunya rawa, sedangkan sekarang sudah berubah menjadi pemukiman masyarakat.

Sebelumnya, berdasarkan hasil penelitian dari Loka Riset Sumbar Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP) Kelautan dan Perikanan, Kota Padang memiliki tiga zona likuefaksi, yang terbagi berdasarkan potensi kerusakannya.

Menurut peneliti dari Loka Riset Sumbar Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP) Kelautan dan Perikanan Wisnu Arya Gemilang potensi likuefaksi, terutama di sepanjang pantai di daerah itu.

Berdasarkan penelitiannya di sejumlah daerah pantai terungkap wilayah pesisir Sumatera Barat didominasi pasir lepas dengan kedalaman muka air tanah sangat dangkal dan kepadatan yang lemah.

Bentuk butiran pasir yang seragam hingga beberapa kilometer dari bibir pantai, kata dia, menjadi ciri kondisi tanah yang berpotensi terjadi likuefaksi. Ia membagi potensi likuefaksi di Padang menjadi sangat tinggi, sedang dan rendah.

''Untuk sangat tinggi berada di sepanjang pesisir dan semakin ke timur potensinya menjadi kian rendah,'' ujarnya.

Ia mengutarakan saat gempa 2009 telah terjadi likuefaksi di kawasan Pantai Padang akan tetapi jika di Palu berbentuk aliran, di Padang bersifat ambles. Ia merekomendasikan kawasan pantai tidak didirikan bangunan besar.***