JAKARTA - Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab hingga kini masih di Arab Saudi. Menurut Duta Besar (Dubes) RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Habib Rizieq Shihab tak bisa pulang ke Indonesia karena masalah overstay atau tinggal melebihi batas waktu.

Dikutip dari merdeka.com, dijelaskan Maftuh, Habib Rizieq sudah tinggal melebihi batas waktu yang ditentukan pemerintah Arab Saudi. Sehingga dia harus membayar denda overstay untuk menyelesaikan persoalan itu.

''Pertama, karena overstay. Cara penyelesaian ya bayar denda overstay sekitar 15 sampai dengan 30 ribu riyal. Rp110 juta rupiah per orang,'' kata Maftuh saat dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (10/7).

Persoalan pembayaran denda merupakan prosedur yang lumrah bagi seseorang yang overstay. Sebab siapapun bisa dikenakan denda bila overstay.

''Ada skema 'pulang gratis' sebenarnya, yaitu mengikuti program 'Amnesti Massal' Kerajaan Arab Saudi. Tetapi kami belum tahu kapan program amnesti ini akan dibuka oleh KSA,'' katanya.

Pemerintah Tak Larang

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui kepulangan Habib Rizieq Syihab untuk syarat rekonsiliasi antara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Presiden Petahana Joko Widodo sudah diminta sejak lama.

Menurut JK, pemerintah tidak melarang Rizieq untuk pulang. Namun menurut dia, Rizieq masih miliki kendala terkait kepulangan ke Tanah Air

''Tentu mengharapkan begitu sejak awal juga. Habib Rizieq sebenarnya tidak dilarang pulang. Cuma beliau ini masih ada kendala untuk pulang. Ya, pemerintah terbuka saja,'' kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Rabu (10/7).

Pemerintah pun mempersilakan untuk pulang. Menurut JK, selama memiliki paspor, berhak keluar dan masuk selama tidak dicekal.

''Enggak (tidak melarang) pemerintah silakan saja. Mana ada hak Pemerintah melarang hak warga negara ke tanah air. Enggak ada, enggak boleh,'' kata JK.

JK menegaskan tidak ada warga negara Indonesia yang dicekal jika akan masuk. Terlebih Rizieq adalah seorang ulama, tidak ada yang bisa mencekal untuk masuk ke Indonesia.

''Dicekal itu kalau mau ke luar negeri. Tidak dicekal kalau masuk. Siapa warga negara Indonesia dicekal kalau masuk. Apalagi ulama seperti itu. mana bisa dicekal langsung,'' ungkap JK.

Diketahui Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani membenarkan Ketua Umumnya, Prabowo Subianto memberi syarat pemulangan Habib Rizieq Syihab untuk rekonsiliasi. Selain itu Prabowo, juga ingin para tokoh yang ditahan polisi segera dibebaskan.

Dia menjelaskan, saat rekonsiliasi tidak boleh lagi ada dendam apapun, serta menghilangkan perbedaan di masyarakat.***