PAINAN - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) meliburkan sekolah akibat kabut asap yang semakin pekat menyelimuti daerah tersebut.

Sebelumnya, sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat juga sudah meliburkan sekolah akibat tebalnya kabut asap, diantaranya Pemkab Agam, Pemko Bukittinggi, Pemkab Tanah Datar, Pemko Padang dan Pemkab Solok Selatan.

''Berdasarkan pantauan hari ini, udara di Pesisir Selatan sangat tidak sehat, makanya kami meniadakan proses belajar mengajar di sekolah untuk dua hari ke depan terhitung sejak Rabu (25/9) sampai Kamis (26/9),'' kata Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, dikutip Antara, Selasa (24/9/2019).

Libur berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

''Jika kondisi udara telah membaik maka pada Jumat (27/9), pelajar kembali belajar di sekolahnya masing-masing, namun jika tidak, maka pemberitahuan selanjutnya akan kami sampaikan ke sekolah,'' katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan Zulkifli mengatakan, meski pelajar diliburkan, kepala sekolah, guru dan pegawai sekolah tetap harus masuk seperti biasa.

Ia juga berpesan kepada para pelajar agar selama libur tetap belajar di rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan guna menghindari paparan kabut asap.

''Libur bukan berarti ajang untuk bermalasan-malasan, kami telah menyampaikan hal ini ke sekolah dan selanjutnya disampaikan ke orangtua masing-masing pelajar,'' katanya.

Pada Senin (23/9), Bupati Hendrajoni bersama para pejabat daerah membagikan 5.000 masker kepada para pengendara di Painan dalam upaya mencegah dampak paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan masyarakat. ***