MATARAM - Gempa bumi berkekuatan 6,4 kala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (29/7/2018), pukul 06.47 WITA, menyebabkan tanah runtuh (longsor) di lereng Gunung Rinjani, di wilayah Lombok.

Dikutip dari liputan6.com, saat gempa terjadi, sebanyak 18 warga negara (WN) Malaysia tengah mendaki Gunung Rinjani. Mereka kemudian terjebak akibat tanah runtuh sesaat pasca gempa tersebut.

''Informasi ada 18 warga Malaysia di Gunung Rinjani. Sudah diketahui keberadaannya,'' ujar Kapolres Lombok Timur AKBP Eka Fathur, saat dihubungi di Mataram, Minggu (29/7/2018).

Eka mengatakan, dari 18 orang itu, sebanyak 6 orang mengalami luka cukup parah. Sedangkan 1 orang meninggal dunia.

''Data dan nama-namanya masih kita telusuri. Yang satu meninggal, saat ini kita terus koordinasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR),'' ucap dia.

Sebelumnya, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Nusa Tenggara Barat NTB), menutup sementara jalur pendakian Gunung Rinjani karena diduga terjadi longsor di atas pegunungan akibat gempa bumi 6,4 pada SR, Minggu (29/7/2018).

''Informasi dari petugas ada terlihat debu dari arah Pelawangan, diduga akibat longsor di jalur pendakian Sangkareang,'' kata Kepala BTNGR Sudiyono, ketika dihubungi di Mataram, Minggu (29/7/2018), dilansir Antara.

Diminta Berdiam

Seluruh pendaki yang sudah berada di atas pegunungan diminta untuk tidak bergerak karena masih terjadi beberapa kali gempa susulan. Hal itu berpotensi menimbulkan longsoran yang membahayakan keselamatan jiwa.

Dari informasi petugas BTNGR Resort Sembalun, kabupaten Lombok Timur, jumlah pendaki yang naik gunung sejak Jumat (27/7/2018) sebanyak 788 orang.

Sedangkan yang terdata di Resort Senaru, kabupaten Lombok Utara, hanya 38 orang, termasuk pemandu wisata gunung.

''Kami masih memantau perkembangan di dalam kawasan. Kami belum melakukan evakuasi sampai situasi stabil,'' ujarnya. ***