PEKANBARU, GORIAU.COM - Penyidikan sindikat pemburu gajah di hutan konservasi di Riau terus dikembangkan. Setelah menarik puluhan senjata dari Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Riau, kini penyidik menelusuri keterlibatan Perbakin yang diduga sebagai pemasok peluru tersebut.


Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Yohanes Widodo kepada merdeka.com Selasa (17/2) mengatakan, setelah mengorek keterangan dari tersangka Fadli (Fa), akhirnya diketahui bahwa timah panas tersebut dibelinya dari Perbakin. Pengambilannya dilakukan berangsur, sesuai kebutuhan di lapangan.


"Ratusan peluru kaliber 7,62 cm itu dibeli tersangka Fadli dari Perbakin Riau. Itu pengakuan yang diberikan tersangka setelah dirinya diperiksa secara intensif dalam beberapa hari ini," kata Yohanes.


Sejauh mana keterlibatan Perbakin dalam sindikat perburuan gajah ini, penyidik Subdit IV Reskrimsus Polda Riau yang menangani kasus ini masih melakukan pendalaman.


"Penyidik belum bisa memastikan apakah Perbakin Riau mengetahui peluru ini dibeli Fadli untuk memburu gajah," kata Yohanes.


Untuk menelusurinya, penyidik berencana memanggil pengurus Perbakin Riau. Jadwalnya belum dipastikan, meski materi pemeriksaannya tengah dipersiapkan.


"Pengurus Perbakin akan dipanggil dalam kasus ini untuk dimintai keterangannya sebagai saksi," ujar Yohanes.


Dalam kasus ini, Polda Riau telah menyita 8 gading gajah, ratusan peluru, senjata api laras panjang, 3 buah golok, 1 kampak, kotak peluru pindad untuk peluru kaliber 7,62 cm.


"Turut pula diamankan sepasang gading sepanjang 180 cm. Gading ini diperoleh dari gajah yang ditembak di Kecamatan Pinggir, Kota Duri, Kabupaten Bengkalis. Turut pula disita
Sepasang gading 33 cm, sepasang 40 cm dan sepasang gading 42 cm. Semuanya diperoleh di hutan di Pelalawan," imbuh Yohanes.


Sebelumnya, Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Dolly Bambang Hermawan telah menyatakan menarik sekitar 26 pucuk senjata api dari Perbakin Riau. Langkah ini diambil setelah anggotanya mengungkap sindikat yang diotaki Fadli ini.


Menurut Dolly, anggota Perbakin tidak diperbolehkan memburu hewan yang dilindungi seperti gajah. Kalaupun berburu hewan seperti babi, anggota Perbakin harus berkoordinasi dengan Polda Riau dan Polres setempat.


"Jadi, setiap perburuan itu harus diberi tahu. Kemana akan berburunya dan apa yang akan diburu. Ini harus dilaporkan ke polisi setempat yang memegang wewenang wilayah hukum," pungkas Dolly. ***