TENGGARONG, GORIAU.COM - Tindakan DM ini sungguh keterlaluan. Lelaki berusia 56 tahun tersebut tega mencabuli 12 siswi salah satu SMP di Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tepatnya di Kecamatan Loa Janan menjadi korban asusila. DM merupakan sekuriti di SMP tempat ke 12 korbannya sekolah.

Kapolres Kukar AKBP Abdul Karim mengatakan, DM sudah ditangkap dan ditahan di Polres Kukar. “Kami tangkap pekan lalu," kata Karim, Selasa (17/3/2014).

Aksi bejat DM berlangsung sejak Oktober lalu. Kepada para korban, DM mengaku menjadi orang pintar dan bisa membuat para korban pintar, menjadi cantik, bahkan hingga membuat para korban bisa membuka mata batinnya. “Rata-rata korban duduk di kelas 1 hingga 3,” kata Karim.

Para korban diminta datang ke sekolah saat malam hari, sekitar pukul 19.00. Ketika itu, DM langsung membawa para korban ke kamar mandi untuk menjalani proses ritual. Dan ketika itu, DM mulai meraba-raba dan menyetubuhi para korban. “Jadi, semua korban itu tidak datang bersamaan, mereka diminta datang sendiri-sendiri,” kata Kapolres.

Merasa tak ada yang mengetahui perbuatannya itu, DM terus berulang kali melakukannya. Bahkan, rata-rata para korban sempat disetubuhi hingga lima kali. Terakhir terjadi pada Februari kemarin.

Mereka yang telah tertipu rata-rata tak berani menceritakan kepada siapa pun. Karena, DM mengancam para korban tidak akan naik kelas.

Kasus ini baru terungkap setelah salah satu korban curhat ke teman-teman sekelasnya, dan ternyata tidak hanya menimpa satu orang. Kemudian, salah satu dari mereka melaporkan ke guru.

“Guru langsung berkoordinasi dengan kepala sekolah, kemudian melaporkannya ke kepolisian,” katanya.

Dengan dasar laporan itu, polisi langsung menangkap DM di rumahnya di Loa Janan.

Karim menambahkan, saat ini DM sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana kurungan maksimal 15 tahun.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Dari hasil visum, delapan korban dipastikan telah disetubuhi, sementara empat korban lainnya hanya dicabuli saja,” tutur dia.

Sementara itu, salah satu korban, sebut saja Bunga (13), mengaku disetubuhi oleh DM sebanyak lima kali. Dia terpaksa menuruti kemauan DM karena diiming-imingi bisa menjadi pintar dan cantik.

“Awalnya nggak curiga, tapi lama-lama kok diulanginya (tersangka). Ketika saya menolak untuk dimandikan, dia mengancam saya tidak akan naik kelas. Jadi saya terpaksa menurutinya,” aku Bunga kepada petugas Unit PPA Polres Kukar.***