ARIZONA - Gurupreet Kaur, seorang gadis berusia enam tahun tewas di gurun Arizona karena kehausan dan sengatan panas.

Dikutip dari poskotanews.com, petugas patroli perbatasan AS meggatakan, ibu dari gadis asal India tersebut pergi meningghalkannya untuk mencari air.

Gadis kecil itu seharusnya dalam waktu dekat merayakan ulang tahunnya yang ketujuh. Namun, takdir berkata lain, tubuh mungilnya ditemukan tak bernyawa di sebelah barat Lukeville, Arizona pada Rabu (12/6/2019), ketika suhu mencapai 42 derajat celcius di kawasan tersebut.

Dilansir CNN, Sabtu (15/6/2019), kematian Gurupreet merupakan kematian kedua dari seorang anak migran tahun ini di gurun selatan Arizona.

Menurut pejabat imigrasi, jumlah warga negara India yang memasuki Amerika Serikat dari Meksiko, jumlahnya terus meningkat.

Gurupreet dan ibunya, termasuk di antara sekelompok lima warga negara India yang ditinggalkan penyelundup di daerah perbatasan terpencil pada Selasa (11/6/2019) pagi waktu setempat, sekitar 27 km barat Lukeville, sebuah kota perbatasan AS 80km barat daya Tucson.

Setelah berjalan beberapa lama, ibu gadis itu dan seorang wanita lain pergi mencari air, meninggalkan putrinya bersama wanita lain dan anaknya.

''Begitu mereka pergi mencari air, mereka tidak pernah melihatnya lagi,'' kata Agen Patroli Perbatasan AS, Jesus Vasavilbaso.

Sang ibu bersama wanita lain yang pergi mencari air ditemukan di padang gurun gurun Sonoransetelah berjalan kaki selama 22 jam. Petugas Patroli Perbatasan AS menemukan mereka setelah melacak jejak kaki mereka. Empat jam kemudian, agen Patroli Perbatasan menemukan mayat gadis yang meninggal 1,6 km dari perbatasan.

''Ini adalah kematian yang tidak masuk akal yang didorong oleh kartel yang mengambil untung dari membahayakan nyawa,'' kata Kepala Agen Patroli Tucson Roy Villareal.***