KAYUAGUNG - PM, seorang gadis yang kini berusia 16 tahun, warga Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menjadi korban kebejatan ayah tirinya MI (55) sejak kelas V SD atau berusia 10 tahun.

Dikutip dari tribunnews.com, MI sudah ditangkap dan diamankan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.

Kasus perkosaan terhadap anak tiri ini terungkap setelah korban bercerita kepada neneknya, NI (60). NI selanjutnya melaporkan Polsek Cengal.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra melalui Paur Subbag Humas Polres OKI Ipda M Nizar, Ahad (23/6/2019) membenarkan adanya laporan tersebut.

M Nizar menjelaskan, peristiwa persetubuhan paksa itu pertama kali dialami korban pada tahun 2013, saat korban berusia 10 tahun dan masih duduk di bangku kelas V SD.

''Korban mengingat pertama kali dirinya disetubuhi oleh pelaku ketika sedang tidur di ruang tengah atau di depan tv. Saat itu korban terbangun dan mendapati pakaiannya telah dilepas oleh pelaku dan selanjutnya pelaku langsung masuk ke dalam kamar,'' kata Nizar.

Yang keduakalinya, ketika korban sedang bermain handphone di kamar. Tiba-tiba pelaku masuk ke dalam kamar korban dan langsung mencekik korban, kemudian melepaskan semua pakaian korban dan melakukan perbuatan cabul.

Persetubuhan paksa itu dilakukan petani tersebut terhadap korban setiap ada kesempatan, yaitu saat ibu korban sedang menyadap karet di kebun.

''Korban menjelaskan bahwa pelaku rata-rata menyetubuhinya sebanyak 2 kali dalam seminggu dan apabila memungkinkan maka korban disetubuhi pelaku setiap hari. Saat melakukan aksinya diduga pelaku selalu mengancam korban dengan perkataan akan membunuh korban dan ibunya sambil menodongkan senjata api kepada korban,'' kata Nizar.

Korban merasa takut melaporkan hal tersebut kepada orang lain.

Pada akhir bulan April 2019 korban kembali disetubuhi pelaku dengan cara yang sama, seperti sebelumnya dengan pengancaman.

Setelah itu korban memilih untuk pergi dari rumah dan tinggal bersama neneknya. Korban pun menceritakan hal yang dialaminya selama 6 tahun belakangan kepada neneknya, bahwa dirinya telah disetubuhi ayah tirinya.

Setelah mendengar pengakuan korban, NI melaporkan ke Polsek Cengal.

Setelah mendapat laporan, kata Ipda M Nizar, anggota Polsek Cengal melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Pada Sabtu, 22 Juni 2019, sekira pukul 22.00 WIB, anggota Polsek Cengal dipimpin Kapolsek Cengal melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya.

''Pada saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan,'' ujar Nizar.

Ketika anggota Polsek Cengal dan Kapolsek melakukan penggeledahan ditemukan satu pucuk senjata api rakitan laras pendek serta sebutir amunisi dalam lemari di rumah pelaku.

Pelaku mengakui bahwa senjata api tersebut adalah benar miliknya dan hanya digunakan pelaku untuk berjaga-jaga.

''Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Cengal untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,'' kata Ipda M Nizar.

Pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 1 buah bra/BH warna coklat, 1 buah celana dalam perempuan warna biru dan 1 pucuk senjata api rakitan laras pendek beserta sebutir amunisi.***