JAKARTA - Eggi Sudjana melaporkan Caleg usungan PDIP Kapitra Ampera ke Bareskrim Mabes Polri, Selasa (25/12).

Dikutip dari republika.co.id, Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menuduh Kapitra telah mengancam dirinya.

''Saya menggunakan hak hukum sebagai WNI yang merasa diperlakukan adanya tindak pidana oleh saudara Kapitra yang menantang untuk berantem dengan pengertian akan dipecahkan kepala saya katanya,'' ujar Eggi saat melakukan pelaporan. 

Eggi mengakui, ia tak mendengarkan ancaman itu secara langsung. Kejadian ini bermula saat seorang rekan Eggi, wanita berinisial D, berkomunikasi dengan Eggi.

Melalui sambungan telepon pada Senin (24/12), D mengatakan kepada Eggi bahwa Kapitra menantang Eggi bertemu langsung daripada berbicara di belakang. Eggi pun menilai ucapan Kapitra itu sebagai ancaman pembunuhan dan memilih melapor kepada polisi. ''Tidak saya ladeni, kalau saya ladeni saya melanggar hukum,'' ujar Eggi. 

''Saya minta polisi tolong diproses, jangan buat situasi tidak kondusif,'' ujar Eggi Sudjana menambahkan. 

Kuasa Hukum Eggi Sudjana, Pitra Romadoni, melaporkan Kapitra dengan dua pasal penjerat. Kapitra dilaporkan melanggar Pasal 29 juncto 45 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 182 KUHP tentang Perkelahian Tanding. ''Ini kan ancaman pembunuhan,'' ujar Pitra. 

Laporan tersebut diterima Bareskrim dengan LP/B/1675/XII/20187BARESKRIM teranggal 25 Desember 2018. Dalam pelaporan itu, Eggi mengajak sejumlah saksi yang kata dia ikut mendengar ancaman Kapitra yang disampaikan oleh wanita berinisial D itu. Disertakan pula sejumlah tangkapan layar percakapan whatsapp.

Kapitra Sebut Fitnah

Menanggapi laporan tersebut, Kapitra Ampera menganggap Eggi Sudjana memfitnah dirinya.

''Wah, enggak pernah tuh, kapan saya ngomongnya, ngawur aja itu, nggak pernah, nggak pernah (mengancam membunuh),'' kata Kapitra saat dikonfirmasi, Selasa (25/12). 

Kapitra menerangkan, peristiwa ini terjadi saat seorang rekannya dari PDIP, perempuan berinisial D berkomunikasi dengan Eggi. Perempuan tersebut mendengar kekecewaaan Eggi pada Kapitra yang dahulu temannya justru menyeberang ke kubu politik lawan, sebagai Caleg PDIP. 

Perempuan berinisial D itu kemudian menyampaikan pada Kapitra kekecewaan Eggi itu. Menurut Kapitra, Eggi memang kerap menyebut Kapitra sesat dan bakal kena azab lantaran bergabung dengan PDIP.

Sehingga, melalui perempuan itu, Kapitra pun menyampaikan agar Eggi menemuinya langsung ketika ada permasalahan. ''Bilang sama Eggi, kalau ada apa-apa jangan ngomong di belakang, sini dah langsung, berantem aja lah, itu juga sambil ketawa-ketawa,'' kata Kapitra menirukan ucapannya pada perempuan tersebut. 

Kapitra mengatakan, ucapan itu pun disampaikannya dengan santai tanpa ada niat apapun. Tudingan Eggi bahwa ucapan tersebut adalah ancaman pembunuhan dinilai Kapitra berlebihan. 

''Bercanda aja, cemen banget sih, Eggi cari panggung aja itu,'' ujar Kapitra. 

Saat dikonfirmasi Republika.co.id, Kapitra juga menyertakan tangkapan layar (screenshot) percakapan antara D dengan Eggi Sudjana. Dalam screenshot itu tampak perempuan berinisial D yang dijadikan landasan laporan Eggi juga mempermasalahkan tindakan Eggi melapor pada polisi. 

''Kapitra itu kesel dan mau ajak akang berantem, bukan mau bunuh Eggi Sudjana, aneeeh banget diplintir kata-kata aku,'' kata perempuan berinisial D itu pada Eggi Sudjana melalui percakapan whatsapp.

Merespons laporan oleh Eggi, Kapitra mengaku mempertimbangkan akan melaporkan Eggi balik ke Polda Metro Jaya, Kamis (27/12) mendatang.***