PEKANBARU, GORIAU.COM - Nurhasmi (36) ibu rumah tangga yang mengaku dipukul istri Bupati Kampar, Eva Yanti, sudah disuruh pulang pihak rumah sakit. Namun anehnya, korban tidak bersedia.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada detikcom sebagaimana dikutip GoRiau.com, Kamis (5/6/2014). Menurut Guntur, Nurhasmi mengaku lehernya dicekik Eva Yanti.

''Sejak awal masuk rumah sakit, Nurhasmi sudah disuruh pulang. Karena memang hasil visum tidak ada tanda bekas luka yang harus mendapatkan perawatan,'' kata Guntur. Nurhasmi dirawat di ruang VIP RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

''Sudah disuruh pulang, tapi dia (Nurhasmi) tidak mau. Ya memang agak aneh juga,'' kata Guntur.

Terkait laporan Nurhasmi ke Polda Riau, menurut Guntur, polisi tetap akan menangani secara profesional dan proporsional.

''Saat ini sudah ada 11 saksi yang kita mintai keterangan. Kita akan kumpulkan semua keterangan terkait hal itu,'' kata Guntur.

Menurut Guntur, pihaknya meminta semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana. Dia meminta kedua belah pihak untuk sama-sama mempercayakan proses hukum yang tengah ditangani.

''Informasinya kan macam-macam soal kejadian itu. Makanya kita harus kumpulkan semua keterangan saksi. Setelah itu nanti akan ada rekontruksi dan dikonfrontir kedua belah pihak,'' kata Guntur.

Cekcok antara Eva dan Nurhasmi terjadi Sabtu (31/5) lalu. Berawal saat Nurhasmi dan suaminya Jamal, membersihkan lahan seluas 1 hektar di Dusun V Pematang Kulim, Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampar Timur. Eva dan suaminya, Jefry Noor, datang ke lokasi karena lahan itu sudah diambil alih. Saat itulah, keduanya terlibat adu mulut. Nurhasmi mengaku dicekik, sedangkan Eva mengaku hanya merangkul untuk menenangkan emosi Nurhasmi. ***