JAKARTA - Meski Indonesia sudah mengerahkan sejumlah kapal perang dan pesawat tempur, namun dua kapal perang China jenis fregat masih berani berkeliaran dalam wilayah Indonesia di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Selain dua kapal perang, sejumlah kapal nelayan dan kapal coast guard China juga masih berada di perairan Natuna.

Dikutip dari detik.com, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya Achmad Taufiqoerrochman mengatakan, dua kapal fregat China itu masih berada di sekitaran perairan utara Natuna.

''Yang jelas tadi sudah laporan Menlu (Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi), bahwa masih ada dua fregat mereka di sekitar situ, ada satu yang di luar ada dua yang perkuatan di atas. Jadi mungkin akan ada pergantian dari mereka,'' kata Taufiq usai rapat koordinasi khusus di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (7/1).

Sekilas soal jenis kapal, fregat adalah kapal perang berukuran sedang, berbobot antara 1.100-2.800 ton, dapat bergerak dengan lincah dan cepat. Bakamla masih berusaha mengimbangi strategi dan pergerakan kapal-kapal China.

Ada pula korvet, yakni kapal perang berukuran kecil, kelasnya di bawah kapal kelas fregat, jalannya bisa lebih cepat, fungsinya sebagai kapal pemburu atau kapal perusak.

Indonesia juga memperkuat pertahanan, meski ini bukan perang. TNI menambah empat armada kapal perangnya untuk memperkuat pertahanan.

''Empat kapal sudah sampai di lokasi, saat ini total ada delapan kapal,'' kata Kepala Dinas Penerangan Komando Armada (Koarmada) I, Letkol Laut (P) Fajar Tri Rohadi, memberikan keterangan kepada wartawan secara terpisah.

Secara umum, delapan kapal yang tengah berada di laut Natuna berjenis korvet ringan (light corvette), fregat, dan oiler (tanker).

''Korvet punya kemampuan (pertahanan) di permukaan, anti-kapal selam, anti-serangan udara, serangan udara. Namun ini bukan operasi tempur, hanya mengusir kapal,'' kata Fajar. Namun demikian, kapal perang militer Indonesia itu tak akan menembak sasaran non militer seperti kapal penangkap ikan China atau coast guard China.

Di permukaan air ada kapal perang, di udara ada jet tempur F-16. Empat jet tempur F-16 telah meluncur dari Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru ke Natuna. Pesawat tempur F-16 itu akan melaksanakan operasi Lintas Elang 20.

Pergeseran 4 pesawat tempur F-16 ke Natuna merupakan perintah dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Meski demikian, menurutnya, ini merupakan latihan rutin. Mencuatnya isu Natuna ini merupakan buntut klaim China atas kawasan perairan tersebut.

''Operasi Lintas Elang pada dasarnya pengamanan wilayah kedaulatan NKRI. Hari ini kita berangkatkan,'' kata Komandan Lanud Rsn, Marsekal Pertama Ronny Irianto Moningka kepada wartawan secara terpisah.***