SOLO - Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustaz Slamet Ma'arif mendatangi Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Kamis (7/2). Slamet tiba sekitar pukul 10.31 WIB, dikawal massa Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Islam dari Solo Raya.

Dikutip dari kumparan.com, Slamet Ma'arif, memenuhi panggilan polisi untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan pidana Pemilu.

Slamet Ma'arif datang ke Mapolresta Solo didampingi Amien Rais serta Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta, Maman S, Haikal Hasan dan Muhammad Al Khaththath.

Sempat ada insiden adu mulut antara pendukung Slamet Ma'arif dengan anggota Polresta Solo, disebabkan adanya pembatasan jumlah pengawal yang mendampingi Slamet. Polresta hanya membolehkan kuasa hukum masuk ke dalam Mapolresta Solo.

Tim Pembela Muslim (TMP) Mahendradatta, mengaku diminta tolong Slamet untuk membantu dalam pendampingan pemeriksaan kasus dugaan pemilu. Ia berharap hari ini pemeriksaan selesai dan segera ada putusan.

''Kita siap mendampingi Slamet Ma'arif sampai selesai pemeriksan. Kami berharap ini cepat selesai,'' kata dia.

Pemeriksaan Slamet dikawal massa yang memadati depan Mapolresta Surakarta. Massa berpakaian serba putih juga membawa bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid.

Aksi itu sebagai bentuk dukungan pada Slamet Ma'arif yang diperiksa Satreskrim Polresta Solo dalam kasus dugaan kampanye Pemilu saat orasi di acara Tablig Akbar PA 212 Solo Raya di Gladak, Jalan Slamet Riyadi, pada 13 Januari 2019 lalu.

Korlap aksi Edi Lukito mengatakan aksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap Slamet yang sedang dikriminalisasi. Dia menilai apa yang dilakukan Slamet bukan masuk pelanggaran dugaan pidana pemilu.

''Kita tidak ingin ustaz Slamet Ma'arif dipenjara. Kalau itu sampai terjadi berarti melawan kita yang hadir di sini,'' kata dia.***