PALEMBANG - Sepasang pengantin di Palembang, Sumatera Selatan, mendapat malu besar, karena tamu yang hadir ke pesta pernikahan tak bisa makan, sebab katering (makanan) yang seharusnya disediakan wedding organizer (WO) tak datang hingga pesta usai.

Dikutip dari tribunnews.com, belakangan diketahui WO bernama Mikhayla Decoration itu milik seorang calon anggota legislatif berinisial RI. Pelaku kabarnya sudah kabur dan tak bisa ditemui lagi.

Dari situs resmi KPU Kota Palembang, RI memang masuk sebagai daftar calon tetap (DCT) anggota dewan perwakilan rakyat Daerah Kota Palembang Dapil 1.

RI berada pada nomor urut 8 dari 10 calon.Tribunsumsel.com sedang berusaha mendapatkan klarifikasi dari partai oknum tersebut dan KPU Kota Palembang.

WO dipercaya mengurus berbagai keperluan di acara sakral tersebut. Mempelai perempuan, MAP, tak menyangka pihak WO akan menipunya.

''Saya benar-benar tidak menyangka dia (U) tega nipu kami, mempermalukan kami. Benar-benar saya tidak habis pikir sama dia,'' ujar mempelai perempuan, MAP kepada Tribunsumsel.com, Minggu (6/1/2019)

Meskipun tanpa makanan, acara tetap berlangsung. Mengingat para kerabat, kolega hingga tamu-tamu penting, banyak yang datang ke pernikahan mereka.

''Acara tetap kami lanjutkan, meskipun tanpa makanan. Mau bagaimana lagi, tamu sudah datang dan tidak mungkin disuruh pulang. Tapi setiap kali bersalaman, kami selalu bilang maaf pada tamu. Karena tidak ada makanan yang tersedia,'' ungkapnya.

Seusai acara, MAP hanya bisa menangis mengungkapkan rasa kesal, amarah sekaligus malu yang sudah ditahannya sejak di atas pelaminan.

''Bukan cuma saya, keluarga yang lain juga nangis. Kami semua malu dan tidak bisa ngomong apa-apa lagi,'' ujar MAP.

Pelaku Sempat Datang

Kejadian itu bermula saat MAP dan FW menggelar acara pernikahan. Keduanya sepakat menggunakan jasa EO MD milik U.

Semua keperluan acara mulai dari akad hingga resepsi sudah dipesan lengkap satu paket. Termasuk juga makanan bagi tamu undangan.

''Semua biaya sudah kami bayar lunas. Bukti-buktinya lengkap kami simpan. Sebelumnya juga tidak ada masalah. Semuanya dikerjakan baik.''

''Tapi, bermasalah justru pas di acara resepsi kami. Karena makanan tidak datang sama sekali,'' ucapnya.

MAP mengaku tidak ada gelagat mencurigakan dari si pelaku.

Bahkan di hari itu MAP masih sempat mengadakan kontak via WhatsApp (WA) dengan U pukul 09.00 pagi kemarin lantaran dia menerima ujung hiasan baju pengantin dari U melalui jasa ojek online.

''Dia masih WA saya karena antar ujung baju pakai jasa Gojek. Sama sekali tidak menyangka, beberapa jam kemudian si pelaku kabur,'' jelasnya.

Tak hanya itu, di waktu yang sama si pelaku juga sempat mendatangi Gedung Sukaria IBA.

Informasi ini MAP peroleh dari panitia gedung dan juga ada anggota keluarganya yang melihat keberadaan pelaku di tempat tersebut.

''Dia (pelaku) pakai baju kaos putih celana jeans. Pihak gedung juga sempat tanya U, mana makanan. Nanti jam setengah 10 datang, kata si U. Ya orang percaya saja,'' ungkapnya.

''Tante saya juga lihat, pas pihak keluarga datang ke gedung. Tapi, ketika mau didekati tiba-tiba hilang. Nggak tahu kemana perginya,'' ujarnya.

MAP bercerita, keluarganya sempat berusaha menghubungi U untuk mendapat kejelasan tentang makanan bagi para tamu.

''Telepon catering itu sempat diangkat sama perempuan yang tidak kami kenal. Pertama ngakunya makanan lagi digoreng, pas ditelepon lagi ngakunya lagi di jalan. Habis itu sudah, tidak ada lagi jawaban. Sulit dihubungi,'' ungkapnya.

Sementara itu, paman MAP, Toni Fauzi mengatakan, sudah berusaha mencari keberadaan U di kediaman orang tuanya untuk meminta itikad baik darinya.

''Kami datangi rumah orangtuanya yang di daerah Talang Kelapa. Mau kami tanya baik-baik, bagaimana pertanggung jawabannya. Tapi setelah sampai disana, dia tidak ada,'' ujarnya.

Berdasarkan pengakuan ibunya, di hari kejadian, tepatnya sekitar pukul 12.30 U tiba-tiba pulang ke rumah dan menjemput anak semata wayangnya.

''Alasannya mau ke acara ulang tahun anak temannya. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar, dia hilang entah kemana,'' ujar Toni.

Kini, pihak keluarga berencana melayangkan laporan atas kejahatan yang telah dilakukan oleh U.

''Karena dari U pun tidak ada itikad baik menemui kami. Maka dari itu pihak keluarga sudah siap melaporkannya ke pihak berwajib. Kami ingin dia mempertanggungjawabkan perbuatannya,'' ujarnya.***