SEMARANG - Nasib malang dialami Nurhayati (40) dan putranya Satria Ramandani (9), Jumat (22/11) malam. Keduanya kehilangan nyawa setelah ditimpa pohon beringin yang tumbang.

Dikutip dari poskotanews.com, pohon beringin tua berdiameter 2 meter tumbang menimpa dua rumah warga di Desa Petirejo, Temanggung, Jawa-Tengah, Jumat (22/11) . Satu diantaranya merupakan rumah Nurhayati.

Ketika pohon beringin itu tumbang Sabtu dinihari, Nurhayati dan Satria Ramandani sedang tidur nyenyak di tempat tidur yang sama. Keduanya tertimpa pohon beringin dan meninggal di tempat kejadian. Sedangkan Slamet Bejo, suami Nurhayati, selamat.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi , selain dua korban tewas , ada satu korban luka-luka atas nama Gilang Ramadhani (24) . Korban luka-luka itu langsung dilarikan ke RSUD Temanggung .

Selain usia yang diperkirakan sudah sangat tua, tumbangnya pohon diduga juga dipicu angin kencang yang terjadi pada Jumat malam. Pohon tumbang sekitar pukul 23.50 dan langsung menimpa dua rumah warga milik Buhari (50) dan Slamet Bejo (50).

Dua korban meninggal, Nurhayati dan Satria, adalah istri dan anak dari Slamet Bejo. Adapun korban luka, yakni Gilang, adalah putra dari Buhari. Peristiwa ini direspons cepat oleh warga sekitar dan relawan.

Anggota tim SAR BPBD Kabupaten Temanggung, Khotibul Umam, mengatakan, evakuasi korban mulai dilakukan sekitar pukul 01.00.

''Dengan tenaga manual dan dibantu peralatan tuas hidrolik, kami bersama warga berusaha mengangkat pohon beringin yang menimpa korban di rumah Pak Slamet (Slamet Bejo),'' ujarnya.

Karena beratnya pohon, proses evakuasi memakan waktu cukup lama. Korban baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 04.00 WIB.

Menurut Umam, kejadian pohon tumbang kali ini menimbulkan korban karena terjadi pada tengah malam. Sebab, sebelum tumbang, gerakan pohon biasanya menimbulkan suara dan getaran. Namun, karena penghuni rumah di sekitar pohon sudah tertidur lelap, mereka sulit mengantisipasi dan menyelamatkan diri. ***