JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengingatkan penyelenggara Pemilu melakukan penghitungan suara hasil Pemilu 17 April 2017 dengan mengedepankan kejujuran.

''Kami minta semua pihak, baik itu penyelenggara seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), aparat keamanan hingga caleg dan tim sukses untuk tidak mengabaikan kejujuran,'' ujar Din dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/4), seperti dikutip dari republika.co.id.

Din juga mengimbau agar perselisihan dalam Pemilu diselesaikan melalui jalur konstitusi yang mengutamakan prinsip kejujuran dan keadilan serta persatuan dan kesatuan.

Selain itu, ia meminta KPU menelusuri dan menyelesaikan sejumlah indikasi kecurangan yang terjadi di kedua kubu.

''Ada puluhan ribu indikasi kecurangan, kita kawal tapi jangan ribut,'' kata dia.

Din mengingatkan agar tidak ada yang bermain-main dengan kecurangan. Ia menegaskan rakyat tidak menginginkan pemimpin maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diraih dengan kecurangan.

Di samping itu, Din menyerukan agar masyarakat yang terpecah karena perbedaan pandangan politik untuk kembali kepada persatuan. Ia tak ingin masyarakat terjebak dalam perselisihan yang berakibat pada kerusakan besar.***