PEKANBARU, GORIAU.COM - Pengadilan Negeri Pekanbaru memerintahkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) atas kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Eva Yuliana istri dari Bupati Kampar Jefri Noor, dan meminta Polda Riau melanjutkan penyelidikannya. Terkait itu, Polda Riau menghargai putusan hakim namun akan banding.

"Pada prinsipnya kami menghormati putusan pengadilan. Demikian juga siapapun harus menghormati langkah Polda sepanjang masih dalam koridor hukum," ujar Kapolda Riau, Brigjen Pol Drs Dolly Bambang Hermawan, melalui pesan BlackBerry Messengernya kepada merdeka.com, Senin (24/11/2014).

Sebagai upaya hukum selanjutnya, Dolly mengatakan pihaknya akan melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Riau. Sebab, sebagai penegak hukum, polisi juga melalui proses sesuai aturan yang berlaku. "Iya akan banding, kalau itu memungkinkan kenapa tidak," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, PN Pekanbaru dalam sidang Pra peradilan akhirnya menolak SP3 yang dilakukan oleh Polda Riau dipimpin Hakim Mangapul Manalu SH dalam pembacaan vonis putusan tersebut bahwa SP3 yang dilakukan pihak Polda Riau tidak berdasarkan Hukum dan Hakim memutuskan dan menerima permintaan pemohon (Nur Asmi) melalu pengacaranya Suharmansyah.

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk tidak adanya SP3. Karena SP3 tersebut tidak berdasarkan hukum," ujar Mangapul.

Usai pembacaan vonis putusan tersebut, Hakim meminta pihak Polda Riau berhak mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi dan Hakim pun menutup persidangan.

Penasehat Hukum korban Nur Asmi, Suhermansyah SH mengaku bersyukur atas putusan PN Pekanbaru yang dianggap adil dalam memutuskan upaya hukumnya.

"Alhamdulillah, Pengadilan menunjukkan fakta yang sebenarnya. Penyidik polisi harus meneruskan penyidikannya,"ujar Suhermansyah beberapa waktu lalu.

Terkait konspirasi Mabes Polri dengan Polda Riau yang secara bersama dilakukannya SP 3 tersebut, Suhermansyah mengaku sebelumnya sudah melaporkan penyidik ke Mabes Polri agar dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah penyidik Polda Riau tersebut.

"Beberapa waktu lalu kan sudah kami laporkan itu penyidik Polda Riau, ke Mabes Polri. Ke depan akan kita kroscek gimana perkembangan laporan kita itu," pungkas Suhermansyah. ***