PEKANBARU, GORIAU.COM - Polda Riau kembali memeriksa istri Bupati Kampar Eva Yuliana Jefry Noer, Sabtu (13/9/2014) terkait kasus pemukulan yang dilakukannya terhadap seorang warga. Meski polisi telah melakukan gelar perkara sebanyak dua kali, namun istri Bupati Kampar tersebut tetap saja tidak mengakui perbuatannya.

Meski hasil pemeriksaan polisi terhadap visum korban Nurasmi terdapat bekas pukulan, Polda Riau masih belum menetapkannya sebagai tersangka karena masih melakukan penyelidikan serta akan memanggil korban secara bersamaan dengan pelaku untuk pembuktian.

Eva dipanggil Polda Riau untuk melakukan gelar perkara secara tertutup di aula Diteskrimsus Polda Riau selama dua jam. Usai gelar perkara, Eva berusaha menghindari wartawan yang telah lama menunggunya. Sambil terus berjalan Eva menegaskan tidak melakukan pemukulan terhadap Nurasmi.

Bahkan Eva mengatakan peristiwa ini sarat akan unsur politis dan banyak terdapat rekayasa oleh orang yang tidak senang akan dirinya serta keluarganya. Sementara itu, kuasa hukum korban, Haidir, mengatakan apa yang dilakukan Eva ada saksinya yakni ajudan bupati. Bahkan dari hasil visum, luka yang ada di tubuh korban jelas bekas pukulan.

Peristiwa pemukulan terhadap Nurasmi berawal dari kasus sengketa lahan di mana korban dituduh menyerobot lahan Eva di daerah tambang beberapa bulan lalu. Terkait kasus tersebut, Polda Riau masih belum menetapkannya sebagai tersangka karena masih melakukan penyelidikan serta akan memanggil korban secara bersamaan dengan pelaku untuk pembuktian. ***