JAKARTA - WL (45) dan pasangan kumpul kebonya, FN (40), ditangkap polisi karena diduga melakukan pembunuhan terhadap Asih (45). Sebelum tewas, Asih diperkosa oleh WL.

Dikutip dari merdeka.com, WL memerkosa Asih dalam kondisi tak berdaya setelah dicekiknya di kontrakan FN, di Cihampeya, Bogor, Jawa Barat.

Usai diperkosa, dalam kondisi lemas dan tangan terikat, korban kemudian dibawa pelaku ke mobil yang sudah diparkirkan pelaku FN. Kedua pelaku selanjutnya membawa korban menuju daerah pembuangan di Maja, Lebak, Banten.

Sesampainya di lokasi pembuangan, pelaku menarik keluar korban hingga kepalanya membentur tanah. Ternyata saat itu korban sudah meninggal. Jasad korban diseret pelaku ke semak-semak.

''WL mencekik dan melakukan pemerkosaan. Si FN itu tahunya hanya dibunuh karena posisinya dia sedang keluar mempersiapkan mobil,'' kata Dirkrimum Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga, Jumat (6/9).

Tumbal Pesugihan

Dikutip dari poskotanews.com, Asih yang merupakan warga Kelurahan Jati Pulo, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat, dihabisi pasangan kekasih itu di sebuah rumah di Cihampeya, Kabupaten Bogor.

''Jasad korban ditemukan warga di semak-semak lahan pertanian di Kampung Cigereuwek, Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Kedua tersangka kami tangkap di daerah Cilacap saat sedang melakukan ritual,'' ungkap Kapolres Lebak kepada wartawan saat ekspose di Mapolda Banten, kemarin.

Kapolres mengatakan korban Asih dan kedua pelaku saling kenal dan merupakan rekan kerja. Tersangka WL meminta kepada FN agar mencarikan seseorang untuk dijadikan tumbal pesugihan dan FN menyarankan temannya, Asih.

''Tumbal pesugihan itu wangsit dari gurunya yang masuk ke dalam mimpinya. Jadi dia bermimpi, pesugihan itu harus makan tumbal dan pelaku memilih korban karena mudah diajak jalan,'' katanya.

Untuk memuluskan niat jahatnya, pelaku WL bersama FN pada 19 Agustus 2019 menemui korban di Tanah Abang dengan menggunakan mobil Honda Mobilio. Berpura-pura akan merayakan ulang tahun, WL mengajak korban ke kontrakan pelaku FN di Cihampeya, Bogor.

Setiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB, tersangka WL bersiasat pergi keluar dengan alasan ingin membeli makanan, sementara korban dan FN beristirahat. Karena tak kunjung datang, korban bersama tersangka FN pergi menyusul.

''Ketika korban bersama FN menyusul, tersangka WL masuk melalui jendela merencanakan pembunuhan. Setelah mencari, korban Asih dan FN kembali ke kontrakan. Namun sesampainya depan pintu FN pergi kembali dengan alasan hendak membeli obat,'' terang Dani.

Sementara di balik pintu kamar tersangka WL sudah bersiap membunuh. Korban Asih dibunuh dengan cara dibekap dari belakang oleh pelaku WL pada pukul 21.00 WIB. Selanjutnya tersangka WL mengambil HP milik korban. Setelah membunuh korban, WL menghubungi FN untuk kembali ke kontrakan merencanankan pembuangan jenazah korban.

''Jasad korban dimasukan ke dalam mobil dan dibawa menuju arah Kabupaten Lebak melalui Bogor, Leuwiliang. Sebelum membuang korban di wilayah Maja, pelaku juga sempat membuang tas korban di sebuah sungai yang tidak diketahui lokasinya,'' kata Kapolres.

Selanjutnya pada 25 Agustus 2019, WL dan FN pergi ke Cilacap, Provinsi Jawa Tengah dan menginap di sebuah hotel untuk melaksanakan ritual pesugihan di Gunung Srandil. Setelah tiga hari di sana, keduanya ditangkap polisi saat melakukan ritual.***