BULELENG - Polres Buleleng, Bali, melakukan penyidikan intensif terhadap kasus threesome (berbagi ranjang) yang diduga melibatkan ibu guru dan siswi SMK.

Dikutip dari sindonews.com, setelah memeriksa kedua tersangka, yakni guru SMK berinisial NMS (29) dan selingkuhannya, APW (36), penyidik mulai menggali keterangan dari siswi SMK yang menjadi korban.

Kepada polisi, korban berinsisial V mengaku sempat menolak ajakan Novi dan Putu untuk melakukan threesome. ''Korban merasa jijik dan menutup matanya,'' kata Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto, Jumat (8/11/2109).

Menurut Ricky, ekspresi itu muncul saat korban menonton ibu guru dan pasangan selingkuhnya itu berhubungan badan.

Siswi kelas XI SMK di Singaraja itu mengaku tidak terangsang dengan adegan ranjang itu.

Namun V akhirnya tidak berdaya setelah ibu gurunya memegang kedua tangannya. Apalagi sejurus kemudian, APW memegangi kakinya sambil melucuti pakaian korban lalu menyetubuhinya.

Vicky mengatakan belum banyak keterangan korban yang bisa digali. Korban sebelumnya bahkan tidak mau bercerita. Namun setelah dilakukan pendekatan dengan melibatkan psikolog, korban bersedia mengungkapnya.

Saat ini korban dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Buleleng. Korban juga didampingi aktivis Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali untuk menjalani terapi atas trauma yang dialami.

Komisioner KPPAD Bali Ni Luh Gede Yastini mengatakan, korban mengalami tekanan batin yang cukup hebat karena kejadian itu tidak hanya menghebohkan publik di Bali, tapi juga seluruh Nusantara.

Yastini meminta semua pihak tidak mendiskriminasi korban secara langsung atau pun tidak langsung, baik itu keluarganya dan pihak yang bersentuhan langsung dengan korban. ''Dengan begitu akan bisa membantu korban menghilangkan trauma,'' pungkasnya.***