BEIJING - Di saat virus corona (2019-nCov) meneror, virus flu burung (H5N1) mewabah pula di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dikutip dari okezone.com, Kementerian Pertanian dan Pedesaan China menjelaskan, peternakan di Kota Shaoyang, Hunan selatan, menjadi lokasi mewabahnya virus flu burung tersebut.

Kasus ini dilaporkan pada Sabtu, 1 Februari 2020. Dalam keterangannya, tercatat ada 7.850 ayam terinfeksi dan 4.500 ekor di antaranya mati akibat penularan virus flu burung. Pihak berwenang telah memusnahkan 17.828 unggas setelah wabah ditetapkan.

Dilansir Channel News Asia, China tidak sendirian dalam menghentikan penyebaran virus flu burung. Awal pekan ini saja pihak berwenang di India mulai memusnahkan ayam dan menghancurkan telur yang mengandung virus flu burung.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI coba menyikapi isu flu burung di China ini. Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes dr Anung Sugihantono, Kemenkes terus mengikuti perkembangan H5N1 di China ini.

''Kami bukan hanya mengikuti kasus, tapi juga mengikuti perkembangan yang berkaitan dengan flu burung,'' kata Anung di Kantor Kemenkes Jakarta, Senin (3/2/2020).

Anung melanjutkan, masalah ini bukanlah ranah Kemenkes, melainkan Kementerian Pertanian. Sebab, kasus flu burung di China baru menyebabkan kematian pada unggas, belum sampai mengakibatkan kematian pada manusia.***