JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh dan membaca data dari black box Flight Data Recorder (FDR) milik pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tenjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/11/2018) lalu. Dari data FDR tersebut terungkap, bahwa dalam 69 jam, pesawat tersebut melakukan 19 penerbangan.

Dikutip dari merdeka.com, dalam pengunduhan data dari komponen FDR Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 itu, KNKT dibantu dua investigator asal Australian Transport Safety Bureau (ATSB).

''Update data lab black box KNKT bahwa hari ini data FDR telah berhasil di-download,'' ujar Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo di kantornya, Jakarta Pusat, Minggu (4/11/2018).

Setelah berhasil mengunduh data rekaman penerbangan, penyidik KNKT bersama ATSB langsung melakukan diskusi dan verifikasi data-data yang telah terkumpul selama enam hari terakhir.

''Data yang diperoleh (dari FDR) adalah 69 jam, mencatat 19 penerbangan, termasuk penerbangan yang mengalami kecelakaan itu,'' tuturnya.

Namun Nurcahyo belum mengungkapkan lebih detil soal data FDR tersebut. Selain penyidik ATSB, pengunduhan data FDR juga melibatkan investigator dari Singapura. Arab Saudi juga mengutus dua orang, namun kapasitasnya hanya untuk mempelajari proses investigasi kecelakaan pesawat di Indonesia.

Saat ini, KNKT tengah menunggu serah terima wreckage atau landing gear dan mesin dari tim lapangan. ''Jika sudah diserahterimakan maka KNKT akan memulai proses identifikasi lanjutan dati barang-barang tersebut dibantu oleh pihak dari Boeing, GE, dan ATSB,'' tutup Nurcahyo.***