XIANJIANG, GORIAU.COM - Polisi hina menembak mati enam orang selama serangan di wilayah barat Xinjiang (Turkistan Timur) dan enam orang Muslim lainnya tewas ketika bahan peledak yang mereka bawa meledak, demikian kantor berita resmi Xinhua melaporkan.


Polisi mengklaim diserang pada hari Jumat lalu oleh kelompok yang melemparkan alat peledak di Xinhe county, lapor Xinhua, mengutip pihak berwenang setempat, dan insiden ini merupakan kekerasan terbaru yang mendera wilayah Xinjiang berpenduduk mayoritas Muslim.

“Selama polisi menangani kasus teroris di Xinhe county pada 24 Januari, mereka diserang oleh preman yang melemparkan alat peledak,” ungkap Xinhua. Lima tersangka ditangkap dan satu polisi mengalami luka ringan.

Setidaknya 91 orang telah tewas dalam kekerasan di Xinjiang sejak April tahun lalu, menurut laporan media pemerintah.

Banyak kelompok hak asasi manusia mengatakan China telah bersikap berlebihan terhadap aktivis Muslim Uighur dalam upaya untuk membenarkan kontrol ketat China di Xinjiang yang kaya minyak. Wilayah Xinjiang sendiri terletak di perbatasan bekas Soviet di Asia Tengah, India dan Pakistan.

Sebelumnya sebelas etnis Muslim Uighur tewas di Kirgistan setelah secara ilegal menyeberang ke bekas Republik Soviet dari China pada hari Jumat.

Pada bagian lain, polisi di ibukota wilayah Xinjiang Urumqi mengatakan Sabtu pekan lalu, profesor ekonomi Uighur yang berbasis di Beijing, Ilham Tohti, sedang diselidiki karena mengampanyekan kemerdekaan Xinjiang dan bersekongkol dengan organisasi ETIM.

Tohti telah memperjuangkan hak-hak masyarakat Muslim Uighur di Xinjiang dan telah menantang beberapa insiden versi pemerintah yang melibatkan orang-orang Uighur, termasuk apa yang Beijing katakan serangan bunuh diri besar pertama yang melibatkan orang-orang dari Xinjiang di Lapangan Tiananmen Beijing pada tahun lalu.***