JAKARTA - Politikus PAN sekaligus anggota tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Eggi Sudjana, ditetapkan Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus pernyataan people power.

''Iya betul ditetapkan sebagai tersangka,'' kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (9/5), seperti dikutip dari merdeka.com.

Eggi akan jalani pemeriksaan pada Senin (13/5) mendatang. Dalam surat panggilan itu, Eggi telah diperiksa sebagai tersangka.Untuk diketahui, Eggi telah menjalin pemeriksaan pada Jumat (26/4) hingga Sabtu (27/4) dini hari. Ada ratusan pertanyaan dicecarkan kepada caleg PAN tersebut.

Eggi dilaporkan oleh politikus PDIP S Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung atas pidatonya yang menyerukan people power. Eggi pun dilaporkan ke polisi atas dugaan pemufakatan jahat atau makar dan dugaan melanggar UU ITE Pasal 107 KUHP junto Pasal 87 KUHP atau Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Bachtiar Nasir Jadi Tersangka

Sebelumnya, Bareskrim Polri menjadikan Ketua Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) sebagai tersangka kasus dugaan pencucian uang.

Dikutip dari kumparan.com, Bareskrim Polri memanggil UBN untuk menjalani pemeriksaan hari ini, Selasa (7/5). Surat pemanggilan bernomor S. Pgl/1212/V/RES.2.3/2019/Dit Tipideksus itu beredar.

Kabar tersebut dibenarkan Ketua Tim Advokat GNPF Ulama Damai Hari Lubis.''Ya benar, kami sudah mendengar kabar tersebut. Itu sudah ketetapan penyidik, itu kasus lama yang dimunculkan kembali,'' kata Hari kepada kumparan, Senin (6/5).Dia menegaskan, tak akan tinggal diam dan menempuh jalur hukum. ''Kami akan mengesepsinya,'' ujarnya.

Sementara, Wadir Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes Daniel membenarkan adanya pemanggilan itu. Namun ia enggan berkomentar banyak. ''Betul (saat dikonfirmasi perihal surat tersebut),'' kata Daniel.

Terkait kasus ini, Bachtiar Nasir setidaknya sudah dua kali diperiksa penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi pada 2017 lalu. Kasusnya yakni dugaan pengumpulan dana masyarakat melalui Yayasan Keadilan Untuk Semua.

Ustaz Bachtiar Nasir termasuk ulama pendukung pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.***