JAKARTA - Salah seorang karyawan Chevron di London, Inggris, mengalami gejala seperti terinfeksi virus corona. Meski staf tersebut belum dipastikan positif terinfeksi Covid-19, Chevron mengambil langkah meminta 300 karyawannya di London bekerja dari rumah.

Dikutip dari sindonews.com, 'merumahkan' 300 karyawannya itu diambil perusahaan minyak raksasa tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona.

BBC melansir, pihak perusahaan menyatakan staf Chevron yang berkantor di Westferry Circus, Canary Wharf untuk saat ini diharuskan terus bekerja dari rumah setelah tes kepada karyawan ditunda. Seperti diketahui virus corona telah menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan jumlah korban tewas di seluruh dunia terus bertambah.

Staf di kantor Canary Wharf memang, dalam kegiatannya terlibat perdagangan produk minyak dan gas hilir. ''Chevron terus memantau situasi sangat intens, dengan bantuan serta bimbingan dari otoritas kesehatan internasional dan lokal,'' bunyi pernyataan perusahaan.

''Perhatian utama kami adalah kesehatan dan keselamatan karyawan, serta kami mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko eksposur terhadap yang lain. Akibatnya, kami telah meminta agar kolega kami, yang berbasis di kantor Westferry Circus, London, bekerja dari rumah untuk saat ini. Ini adalah kebijakan kami untuk tidak memberikan rincian terhadap karyawan,'' sambung Chevron menerangkan.

Staf akan terus bekerja dari rumah, sementara perusahaan menunggu arahan lanjutan dari dokter. Wabah virus corona telah menyebabkan gangguan secara luas di seluruh dunia. Infeksi virus corona yang yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru parah, dimulai di China dan telah menyebar ke 27 negara lain, termasuk Inggris.***