JAKARTA, GORIAU.COM - Joko Widodo menunjuk Komisaris Jenderal Badrodin Haiti sebagai calon baru Kepala Kepolisian RI menggantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Badrodin adalah Wakil Kapolri yang ditunjuk Jokowi untuk menjalankan tugas-tugas Kapolri pada 16 Januari 2015 lalu.


Nama Badrodin sendiri termasuk di dalam daftar para perwira Polisi yang punya rekening gendut. Dalam laporan Majalah Tempo edisi 28 Juni 2010, Badrodin disebut membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance sebesar Rp 1,1 miliar. Badrodin juga diketahui menarik dana Rp 700 juta, dan menerima dana rutin setiap bulan.


Menanggapi tuduhan tersebut, dalam wawancara dengan Majalah Tempo Edisi 26 Januari 2015, Badrodin mengakui membeli polis asuransi sebesar Rp 1,1 miliar.


"Istri saya habis sakit Stevens-Johnson syndrome, penyakit alergi obat berat," kata Badrodin dalam wawancara tersebut. Nah, untuk jaga-jaga keluarga, kata Badrodin, ia memutuskan membeli asuransi yang bisa memproteksi semua anggota keluarga.


Menurut Badrodin, kala itu istrinya baru mencairkan deposito. "Untuk membayar polis suami, dia hanya tanda tangan dan menuliskan nomor telepon. Karena tidak disebutkan nama dan pengirimnya, orang menduga polis itu dari pihak ketiga," katanya.


Badrodin mengatakan pernah menunjukkan data itu ke KPK pada 2013 dan penyelidik polisi. Yang seperti ini kan tidak ada unsur pidana. LHA itu hanya mencurigai, belum tentu pidana.


Badrodin memastikan dana pembelian polis asuransi itu berasal dari deposito istrinya. "Ada kejelasannya. Jurnal pekerjaan dan laporan perusahaannya juga ada," katanya. Menurut Badrodin, istrinya bekerja sama dengan bank properti. "Hasilnya clear, karena buktinya jelas," katanya.***