LABUHANBATU, GORIAU.COM - Sebuah bus sekolah bermuatan 35 murid SD, masuk ke parit sedalam 4 meter di areal perkebunan kelapa sawit milik PT Torgamba, di Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, Senin (1/7/2014). Tujuh murid SD tewas akibat kecelakaan tersebut.

Peristiwa itu berawal ketika bus milik PT Torgamba yang membawa 35 murid SD itu melintasi areal perkebunan kelapa sawit Aek Kuo, Labuhan Baru Utara. Kondisi jalan yang licin dan rem bus yang tidak berfungsi, diduga menjadi penyebab terperosok ke dalam parit yang penuh air.Kondisi bus yang tertutup menyebabkan korban yang merupakan anak karyawan PT Torgamba sulit menyelamatkan diri.  Akibatnya, 7 siswa tewas, sedangkan 28 lainnya berhasil menyelamatkan diri. Sejumlah korban selamat masih menjalani perawatan akibat menderita luka benturan.Pihak perusahaan mengakui, kecelakaan yang menewaskan 7 anak-anak ini akibat kelalaian sopir bus berinisial MS.Menurut Untung Napitupulu, manager PT Torganda, perusahaan telah mengetahui bus dalam kondisi tidak layak jalan. Namun, tanpa alasan yang jelas, sopir bus tetap menggunakan bus untuk antar jemput siswa SD."Kami sudah mengingatkan agar sopir tidak menggunakan bus itu," kata Napitupulu kepada wartawan, Selasa (18/3).Ketujuh korban tewas masing-masing Angga Kurniawan, Yusuf Setiawan Gulo, Tertin, Muhammad Iqbal, Haikal Manurung dan Julianto telah disemayamkan di kediaman orang tuanya masing-masing.Petugas Polres Labuhan Batu Utara masih memburu sopir bus yang langsung melarikan diri.***