KUPANG - MT (42) dan anaknya JM (17), warga Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Teggara Timur (NTT), ditangkap aparat kepolisian, Sabtu (27/4), karena diduga membunuh bayi saat dilahirkan.

Dikutip dari tribunnews.com, Kapolsek  Oebobo Kompol I Ketut Saba kepada poskupang.com, Sabtu malam, menjelaskan, menurut keterangan saksi, JS (45), kepada pihak kepolisian, sekitar pukul 07.00 Wita pihaknya mendapat informasi dari warga bahwa ada kejadian miskram atau keguguran yang dialami oleh salah seorang warga.

Setelah memastikan kejadian itu, JS menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Oebufu, Bripka Samri Nenotek.

''Sebelum melaporkan kasus ini ke anggota saya, saksi JS sudah memastikan kejadian ini, lalu JS dan anggota saya ke tempat kejadian perkara,'' kata Kapolsek Oebobo.

Dijelaskannya, JM yang masih pelajar dalam keadaan hamil dengan usia kandungan 6 bulan. Pada Jumat (26/4/2019) sore JM mulai mengeluh sakit perut, kemudian pada malam hari sekitar pukul 21.00 Wita, JM memanggil Ibunya, MT, untuk menemani dirinya yang mengalami sakit pada bagian perut.

''Saat itu korban (JM) memanggil ibunya dan mengatakan bahwa dirinya sudah mau melahirkan. Kemudian korban meminta tolong kepada ibunya untuk menggosok punggungnya,'' jelasnya.

 Namun, JM tidak mendengar suara tangisan dari bayi yang baru saja dilahirkannya.

''Sewaktu kepala bayi keluar, pelaku (MT) mencekik leher bayi sambil menariknya,'' jelas Kapolsek Oebobo.

Usai membantu proses persalinan anaknya, JM diajak oleh ibunya ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan menggunakan pembalut.

Setelah membersihkan diri, selanjutnya JM masuk ke dalam kamar dan beristirahat, sedangkan sang ibu membawa bayi yang telah meninggal tersebut ke belakang dapur rumahnya dan menguburkannya.

MT menguburkan bayi tersebut di belakang rumah dengan kedalaman setengah meter.

Atas laporan ini, pihak Polsek Oebobo dan Unit Identifikasi Polres Kupang Kota melakukan olah TKP dengan menggali dan mengeluarkan jenasah bayi yang telah dikubur MT. Selanjutnya dibawa ke RSB Drs Titus Ully guna proses autopsi.

Pihak kepolisian telah menetapkan MT dan JM sebagai tersangka dalam kasus ini dan keduanya telah diamankan pihak Polsek Oebobo.

''Para pelaku sudah kami amankan,'' kata Kapolsek Oebobo.***