SALAH seorang peserta pengajian bertanya, bolehkah mandi junub (wajib) di kolam renang umum?

Terhadap pertanyaan ini, seorang ustadz menjawab, bahwa para ulama menyebutkan bahwa mandi wajib ada 2 hukumnya, yakni mandi wajib yang sempurna (al-ghaslu al-kamil) dan mandi wajib yang memiliki status minimal sah sebagai mandi wajib (al-ghaslu al-mujzi').

Pertama, al-ghaslu al-kamil, mandi wajib yang nilainya sempurna. Itulah mandi wajib yang memenuhi semua rukun dan sunah-sunah dalam mandi. Cara mandi wajib yang sempurna bisa dipelajari sendiri. Ciri khas mandi wajib yang sempurna, sebelumnya didahului dengan membersihakn organ intim kemudian dilanjutkan dengan wudhu.

Kedua, al-ghaslual-mujzi', yaitu mandi yang memiliki status minimal sah.Itulah mandi junub yang hanya memenuhi bagian yang menjadi rukun saja, tanpa melakukan sunah-sunah mandi.

Rukun mandi itu ada dua, sebagaimana termaktub dalam Fiqh Sunah karangan Sayid Sabiq.

Niat untuk membersihkan hadats besar atau berniat untuk mandi besar

Membasahi seluruh tubuh dengan air, dari ujung rambut hingga ujung kaki

Al-Mubarokfuri menukil beberapa keterangan ulama,

Para ulama mengatakan, ketika orang yang junub membasahi dirinya ke dalam air, dan tidak wudhu maka mandinya sah. Artinya, wudhu itu tidak wajib dalam mandi junub. Ini adalah pendapat as-Syafii, Ahmad, Ishaq, Abu Hanifah dan ulama madzhab hanafiyah. as-Syafii dalam al-Umm mengatakan, 'Allah mewajibkan mandi secara mutlak. Tanpa menyebutkan sesuatu yang harus dikerjakan sebelumnya. Karena itu, apapun cara yang dilakukan orang yang mandi junub maka mandinya sah, selama dia membasahi seluruh tubuhnya.'

Al-Mubarokfuri juga menukil keterangan adanya ijma ulama,

Ibnu Abdil Bar mengatakan, hadis A'isyah adalah hadis terbaik yang menjelaskan masalah tata cara mandi. Namun jika seseorang tidak wudhu sebelum mandi, akan tetapi dia membasahi seluruh badannya dan kepalanya, serta berniat mandi junub, maka dia telah melakukan mandi junub yang sah, tanpa ada perbedaan pendapat ulama. Akan tetapi mereka sepakat, bahwa dianjurkan wudhu sebelum mandi.(Tuhfah al-Ahwadzi, 1/299)

Berdasarkan keterangan di atas, orang yang junub kemudian dia mandi di kolam renang atau di empang atau dia mengguyur air ke seluruh badannya, selama diiringi niat untuk mandi besar, maka sah mandinya. ***