JAKARTA - Tim intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) menangkap Mulyono, tersangka korupsi dengan modus kredit fiktif Rp22 miliar lebih di PT BRI Agroniaga Tbk (BRI Agro) Cabang Rantau Prapat, Labuhan Batu, Sumut. Mulyono diciduk di Bekasi, Jawa Barat.

Dikutip dari merdeka.com, penangkapan Mulyono dibenarkan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian. ''Buronan atas nama Mulyono di Perumahan Harapan Indah RT 005 RW 020 Nomor VL/4 Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, semalam,'' papar Sumanggar, Sabtu (8/12).

Mulyono ditetapkan sebagai tersangka menyusul penyidikan kasus ini yang dimulai sejak September 2018. Namun dia terus mangkir saat dipanggil untuk diperiksa.

Setelah tiga kali mangkir, Mulyono dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Belakangan diketahui dia menggunakan KTP palsu dengan nama Suwandi selama pelariannya.

Setelah mengetahui posisi Mulyono, tim intelijen Kejati Sumut akhirnya dijemput paksa. ''Tidak ada perlawanan saat penangkapan. Tersangka langsung dibawa ke Medanuntuk dilakukan penahanan di Lapas Tanjung Gusta Medan,'' jelas Sumanggar.

Dalam kasus ini, Mulyono diduga telah merekayasa pengajuan kredit ke BRI Agro Cabang Rantau Prapat pada 2013 hingga 2015 dan total Rp22.515.000.000. Terdapat 41 debitur fiktif yang digunakannya untuk mengajukan kredit.

''Tersangka mengumpulkan 41 KTP untuk mendapatkannya. Seiring waktu, tersangka tidak membayar cicilan. Kemudian, tersangka melarikan diri,'' jelas Sumanggar.***