SRAGEN - Warga Sragen yang mengurus pembuatan surat izin mengemudi (SIM) di Polres Sragen, sangat beruntung. Sebab, SIM mereka yang sudah selesai, diantarkan langsung oleh personel Bhabinkamtibmas ke rumah masing-masing.

Dikutip dari republika.co.id, Polres Sragen mengerahkan 200 personel Bhabinkamtibmas di semua desa untuk mengantarkan SIM ke alamat pemohon. Mereka diterjunkan mengirim 633 keping SIM yang sudah jadi ke desa di 20 kecamatan.

Ratusan Bhabinkamtibmas itu dikerahkan dalam launching program Satgas Delivery SIM yang dikukuhkan oleh Polres akhir pekan lalu.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi mengatakan program Delivery SIM antar alamat itu digagas untuk mendekatkan pelayanan dan memberi kemudahan kepada masyarakat pemohon SIM.

''Selama ini masyarakat kan menunggu cetakan SIM yang beberapa waktu lalu sempat belum tercetak karena kendala pasokan material SIM dari Polri. Karena sekarang material sudah tersedia dan antrian tumpukan SIM sudah mulai dicetak, sehingga SIM yang jadi akan diantar ke alamat oleh Bhabinkamtibas di semua desa. Warga tak perlu datang ke Polres, SIM sudah diantar oleh Bhabinkamtibmas ke rumah,'' papar AKP Agus, Senin (14/10/2019).

Kasubag Humas menjelaskan, program itu dirintis sebagai terobosan pelayanan prima kepada masyarakat pemohon SIM. Dari 633 keping SIM, sebagian SIM adalah antrian tahun 2018 yang belum diambil dan sebagian lagi tumpukan antrean di 2019.

Untuk permohonan 2018, SIM-nya masih dicetak dalam format SIM lama, sedangkan permohonan mulai bulan Juni 2019, sudah dicetak dalam format Smart SIM terbaru.

Kasatlantas Polres Sragen, AKP Dani Permana Putra melalui Baur SIM, Aiptu Suwardi menyampaikan dari 20 kecamatan, ada beberapa kecamatan yang agak minim pemohonnya seperti Jenar, Tangen dan Gesi.

Hingga kini, ketersediaan blangko SIM sudah normal kembali. Sedangkan jumlah tumpukan antrean SIM yang menunggu dicetak tercatat masih sekitar 6.000 pemohon.

“Awalnya kemarin tumpukan permohonan untuk dicetak ada sekitar 14.000 pemohon. Setelah blangko tersedia sejak sebulan terakhir, kita maksimalkan pencetakan. Setiap hari pagi dan siang ada sekitar 400 keping yang kita cetak. Ada 200 keping pagi dan siangnya kita cetak 200 lagi. Jadi sekitar 8.000 yang sudah kita cetak. Tinggal sekitar 6.000-an yang belum,” tandasnya.***