JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 18 bulan (1,5 tahun) kurungan penjara kepada musisi Ahmad Dhani, terdakwa kasus ujaran kebencian.

''Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun enam bulan kepada terdakwa,'' kata Ketua Majelis Hakim Ratmoho dalam sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (28/1), seperti dikutip dari detik.com.

Namun Ahmad Dhani membantah tudingan bahwa dirinya melakukan ujaran kebencian. ''Kalau saya sih nggak pernah merasa melakukan ujaran kebencian karena saya nggak pernah benci sama orang Tionghoa, saya nggak pernah punya record benci dengan orang Tionghoa. Saya nggak mungkin sebarkan kebencian kepada orang Kristen dan Katolik. Tante saya, oma saya Katolik. Jadi kalau saya dianggap menyebarkan kebencian terhadap suku ras tertentu, itu salah dan saya nggak punya record itu,'' tutur Ahmad Dhani setelah menjalani sidang vonis di PN Jaksel, Senin.

Ahmad Dhani menegaskan, dirinya siap menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

''Kalau kita tidak puas terhadap putusan di tingkat pertama kita, ya upaya hukum ke tingkat banding,'' katanya.

Mulan Hanya Diam

Sementara Mulan Jameela hanya diam setelah mendengar vonis 1,5 tahun yang dijatuhkan kepada suamiya, Ahmad Dhani.

Usai majelis hakim mengetuk palu tanda sidang ditutup, Mulan dkawal oleh kerabat dan manajernya untuk buru-buru meninggalkan PN Jakarta Selatan.

Mulan Jamela menundukkan kepala. Wajahnya datar saat awak media memintai tanggapannya atas putusan hakim terhadap sang suami.

Sang manajer terus meminta awak media untuk menyingkir dari jalannya agar Mulan Jameela bisa segera meninggalkan PN Jaksel.

''Misi (permisi) ya mas, misi jangan ngalangin,'' kata Mira, manajer dari Mulan Jameela di PN Jakarta Selatan.

''Mbak Mulan berhak untuk tidak berbicara,'' lanjutnya.

Mulan terus berjalan meninggalkan awak media. Wajahnya tetap tertunduk.

Lebih Ringan

Hakim Ratmoho menyatakan Ahmad Dhani Prasetyo alias Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja, dan tanpa hak menyuruh menyebarkan informasi yang menunjukkan rasa kebencian.

Hakim mengungkapkan, informasi yang tersebar itu juga menimbulkan permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. Putusan hakim itu lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang menuntut Dhani pidana penjara dua tahun.

Jaksa menganggap Dhani telah melanggar Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) tentang UU Nomor 19/2016 tentang perubahan UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.***