BANGKALAN, GORIAU.COM - Bayi baru lahir berjenis kelamin laki-laki, dibuang orangtuanya di depan rumah milik Imam Soeharto, warga Kampung Durinan, Kelurahan Bancaran, Kecamatan Kota Bangkalan, Bangkalan, Jawa Timur.

Bayi merah yang masih lengkap dengan ari-arinya, diselimuti sarung kotak-kotak berwarna biru-putih.

Di samping bayi tersebut, juga ditemukan sepucuk surat wasiat yang ditulis tangan dengan tinta berwarna hitam. Isi surat tersebut meminta kepada orang yang merawatnya agar bisa menjaganya sampai dewasa.

"Orangtuanya juga menulis bahwa anak tersebut bukan hasil hubungan gelap, tetapi dari hubungan sah karena sudah nikah siri tapi tak direstui oleh orangtua mereka," kata Imam Soeharto,  Minggu (23/3/2014).

Soeharto menceritakan, penemuan bayi itu tidak diduga sebelumnya. Tiba-tiba di depan pintu rumahnya terdengar suara bayi menangis. Karena penasaran, Soeharto keluar rumah dan ada bayi di depan pintu rumahnya.

"Saya terkejut karena ada bayi dibungkus sarung. Kondisinya sudah lemah dan kepanasan," kata Soeharto.

Setelah bayi digendong, Soeharto sudah menduga bahwa bayi tersebut bayi buangan. Soeharto mencoba keluar pintu pagar rumah mencari orang yang menjadi pelaku pembuangan bayi. Namun tidak ada orang yang terlihat mencurigakan.

Bayi tersebut langsung dibawa masuk ke dalam kamarnya. "Saya senang bercampur cemas. Senang karena bayi itu selamat. Cemas karena takut berurusan dengan aparat kepolisian," ungkapnya.

Namun demikian, Soeharto berjanji akan merawat bayi tersebut layaknya anaknya sendiri. Hal itu sesuai dengan surat wasiat yang ditulis orang tua bayi tersebut.***