TARAKAN - Petugas Avsec Bandara Internasional Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara, mengamankan seorang personel Polda Maluku, Brigadir MA (35), Kamis (27/2) siang.

Dikutip dari merdeka.com, MA diamankan karena kedapatan membawa sabu 488 gram. MA bermaksud membawa sabu itu dari Tarakan menuju Makassar.

Keterangan diperoleh merdeka.com, MA sempat lolos saat pemeriksaan Security Check Point (SCP) 1. Namun tidak lolos saat melewati X-Ray di SCP 2.

Dari pemeriksaan SCP 2 menuju ruang tunggu, petugas Avsec mencurigai barang bawaan MA. Dia akhirnya diamankan di ruang keamanan, setelah sempat mencoba mengelak saat akan diperiksa. Saat digeledah, MA kedapatan membawa sabu.

Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan Agus Priyanto, membenarkan kejadian itu. MA adalah salah satu calon penumpang Lion Air JT675 rute Tarakan - Makassar.

''Ada barang mencurigakan, saat diproses di Avsec,'' kata Agus, dikonfirmasi merdeka.com melalui Humas Bandara Juwata Tarakan, Sabtu (29/2) sore.

Agus menerangkan, setelah petugas Avsec yakin barang bawaan pria itu mencurigakan, yang bersangkutan dibawa ke ruang Avsec untuk pemeriksaan lanjutan.

''Indikasi itu 488 gram sabu. Petugas Avsec lapor ke saya, dan saya koordinasi ke BNN (BNN Provinsi Kalimantan Utara), untuk tindak lanjuti,'' ungkap Agus.

''Sabu itu disimpan di tas keresek, dimasukkan ke dalam bungkus kacang, setelah isi kacangnya dikeluarkan,'' tambah Agus.

Kendati demikian, Agus tidak gamblang menjelaskan identitas pria itu dari personel Polri. ''Pengembangan oleh BNN ya,'' sebutnya.

Masih dari informasi diperoleh merdeka.com, selain 488 gram sabu, petugas juga mengamankan 56 lembar uang pecahan Rp50 ribu, 1 lembar uang pecahan Rp100 ribu, 2 kartu ATM, dan telepon seluler. Brigadir MA kini diamankan di BNNP Provinsi Kaltara untuk pengembangan kasus lebih lanjut. ***